JATIMTIMES - Perundungan atau bullying di lingkungan sekolah menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak. Untuk mencegah perilaku tersebut sejak dini, Satbinmas Polres Situbondo turun langsung memberikan edukasi kepada 520 pelajar peserta gerakan Pramuka dalam kegiatan Jambore Siwalan ke-14 di SDN 1 Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (9/10/2026).

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun karakter generasi muda agar terbiasa menghargai sesama, menjunjung kedisiplinan, serta tidak menjadikan ejekan dan kekerasan sebagai bagian dari pergaulan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Situbondo Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M. Di hadapan ratusan peserta jambore, jajaran Satbinmas memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, baik dalam bentuk kekerasan verbal maupun tindakan fisik.

Para pelajar diberikan pemahaman bahwa perilaku mengejek, merendahkan, mempermalukan, hingga menyakiti teman bukanlah tindakan yang bisa dianggap sepele. Perbuatan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban dan mengganggu terciptanya suasana belajar yang aman.

Kasat Binmas Polres Situbondo Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan menegaskan, pembentukan karakter anak sejak usia sekolah dasar merupakan langkah penting untuk mencegah munculnya perilaku perundungan di lingkungan pendidikan.

"Anak-anak harus paham bahwa bullying dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Lewat semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan adik-adik pramuka ini tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, saling menyayangi teman, dan jauh dari tindakan yang merugikan orang lain," kata Iptu Rachman.

Menurutnya, penanaman nilai saling menghormati perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat. Semangat kebersamaan dalam kegiatan Pramuka juga menjadi momentum untuk menanamkan sikap peduli, saling membantu, dan menghargai perbedaan.

Upaya pencegahan perundungan tidak cukup hanya dengan memberikan larangan. Anak-anak juga perlu memahami batasan dalam bercanda, menghormati perasaan teman, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa tepercaya apabila melihat maupun mengalami tindakan perundungan.

Kehadiran Satbinmas Polres Situbondo dalam Jambore Siwalan ke-14 tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SDN 1 Kalianget menilai pembekalan langsung dari kepolisian menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan karakter peserta didik.

"Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Satbinmas Polres Situbondo yang sudah bersedia hadir dan membimbing anak-anak kami. Materi yang disampaikan sangat penting untuk membentengi mental dan karakter anak-anak agar tidak saling mengejek maupun melakukan kekerasan di sekolah," ujar Kepala SDN 1 Kalianget.

Pihak sekolah berharap edukasi semacam ini dapat memperkuat kesadaran para pelajar untuk menjaga sikap dan perilaku, baik ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun saat berinteraksi di luar sekolah.

Polres Situbondo juga mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawasi tumbuh kembang anak. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar tanda-tanda perundungan dapat dikenali lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Selain memberikan edukasi secara langsung, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian ketika membutuhkan bantuan. Warga dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk layanan kepolisian atau pelaporan keadaan darurat, serta menggunakan aplikasi Super Apps Polri.

Melalui kegiatan tersebut, Satbinmas Polres Situbondo berharap semangat persaudaraan yang ditanamkan dalam gerakan Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, sekolah dan lingkungan pergaulan anak diharapkan menjadi ruang yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.