JATIMTIMES - Polemik penutupan jalan di kawasan Griya Shanta sisi timur belum menemukan titik temu. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mendorong penyelesaian konflik agar persoalan tersebut tidak terus meruncing di tingkat warga.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, konflik di lingkungan RW 12 melibatkan warga yang mendukung maupun menolak penutupan jalan. Karena itu, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui komunikasi antarpihak.
Jaya mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung telah menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya, Ketua RW bersedia membuka ruang diskusi untuk mencari jalan keluar.
Meski demikian, belum ada kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. Pembahasan masih perlu dilanjutkan untuk menemukan solusi yang dapat menyelesaikan persoalan penutupan jalan.
“Yang terpenting adalah sesuatu hal itu harus ada jalan keluarnya. Jangan sampai ditutup maksud saya, ada jalan keluarnya. Semuanya butuh proses,” ujarnya.
Widjaja menyatakan, penyelesaian persoalan itu akan melibatkan Ketua RW, lurah, dan camat. Ia meyakini koordinasi antarpihak dapat membuka peluang penyelesaian, sehingga konflik di tengah warga tidak dibiarkan berlarut-larut.
Di sisi lain, Jaya menegaskan bahwa penutupan jalan tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. “Kalau kami sesuai ketentuan, itu adalah melanggar. Melanggar! Sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Kendati terindikasi pelanggaran, pihaknya tak ingin gegabah untuk bersikap. Jaya mengatakan bahwa dalam hal ini Pemkot Malang masih membuka ruang untuk melakukan komunikasi dengan tujuan menemukan win-win solution.
Namun, Dishub belum merinci bentuk solusi yang akan ditempuh untuk menyelesaikan polemik tersebut. Widjaja menyerahkan proses komunikasi lanjutan kepada Ketua RW dengan pendampingan pihak kelurahan dan kecamatan.
Ia juga belum menguraikan lebih jauh alasan warga yang menolak penutupan jalan. Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan saat itu belum menyentuh persoalan tersebut.
Untuk agenda berikutnya, Dishub masih menunggu koordinasi dari Ketua RW 12 dan pihak kelurahan. Pertemuan lanjutan diharapkan dapat memperjelas arah penyelesaian atas penutupan jalan yang memicu perbedaan sikap di lingkungan warga.



