JATIMTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., membeberkan capaian komprehensif universitas dalam Sidang Terbuka "Refleksi 1 Tahun Mengabdi" pada Jumat, 2 Oktober 2026. Mengadopsi gaya kepemimpinan yang progresif, laporannya membedah lonjakan mutu di berbagai sektor, mulai dari akreditasi program studi, riset berskala global, hilirisasi pengabdian, hingga inovasi infrastruktur adaptif.
"Alhamdulillah, mutu pendidikan kita terus membaik, di mana dari 55 program studi yang ada, sebanyak 69 persen atau 38 prodi telah berperingkat Unggul, 9 prodi atau 16 persen berperingkat Baik Sekali, dan 8 prodi atau 15 persen berperingkat Baik," ujar Prof. Ilfi mengawali paparannya.
Ia merinci secara rinci bahwa jenjang Sarjana (S1) mendominasi dengan 26 prodi Unggul, 1 Baik Sekali, dan 5 Baik dari total 32 prodi. Pada jenjang Magister (S2), terdapat 14 prodi yang mencatatkan 7 berstatus Unggul, 4 Baik Sekali, dan 3 Baik. Sementara untuk jenjang Doktor (S3), terdapat 3 prodi Unggul dan 3 Baik Sekali, diikuti program Profesi yang menyumbang 2 prodi Unggul dan 1 Baik Sekali.
"Sebagai bentuk komitmen pada rekognisi internasional, kami menargetkan 46 dari 56 prodi atau sekitar 82 persen dapat meraih akreditasi internasional pada periode 2025 hingga 2028," tambahnya.
Rektor menjelaskan bahwa target tahunan tersebut mencakup 12 prodi pada 2025, 24 prodi pada 2026, dan 10 prodi pada 2027. Progres terkini menunjukkan target prodi terakreditasi internasional telah mencapai 30%, sebanyak 46% prodi telah melakukan proses submit pada 2026, dan institusi membidik target pencapaian 90% pada tahun 2029.
Penguatan tersebut, paparnya, dibangun di atas fondasi kokoh berupa 100% insersi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi, 100% kelulusan maba pada BTQ serta pembelajaran kitab turats, serta implementasi 100% Kurikulum Outcome-Based Education atau OBE.
"Sebagai wujud akselerasi, academic establishment ini harus menjadi akselerator ekosistem akademik yang terkoneksi dalam tridharma berbasis konvergensi," tegas Rektor.
Beranjak ke sektor penelitian, Rektor mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan tren yang drastis.
"Tren riset kita pada 2026 melonjak tajam sebesar 112,7 persen dibanding 2025, menghasilkan 285 judul penelitian oleh 285 ketua peneliti dengan total pendanaan mencapai Rp7,465 miliar, yang mana jumlah ini termasuk usulan mandiri," ungkapnya.
Tren positif ini terlihat dari histori pencapaian yang hanya menyentuh 134 judul pada 2023, 108 judul pada 2024, dan 120 judul pada 2025.
Pembiayaan penelitian didistribusikan pada tiga klaster, meliputi klaster SBK dengan 144 penelitian (50,5%) senilai Rp6,835 miliar, klaster Mandiri dengan 126 usulan (44,2%) senilai Rp630 juta, dan Jatim Melaju dengan 15 penelitian (5,3%) senilai Rp750 juta.
Dari segi status, sebanyak 159 judul berstatus penerima bantuan dari SBK dan Jatim Melaju, sementara 126 judul merupakan pengajuan mandiri.
Rektor menekankan bahwa karya ilmiah tersebut memetakan solusi nyata bagi 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
"Agenda riset 2026 kita terkonsentrasi pada pencapaian SDG 4, 9, dan 3 yang ditopang oleh 140 penelitian atau 49,1 persen dari total riset, fokus pada pendidikan, inovasi teknologi, dan kesehatan masyarakat," papar Prof. Ilfi.
Jika dirinci, penelitian tersebut berkontribusi pada Pendidikan Berkualitas (78 judul/27,4%), Industri, Inovasi & Infrastruktur (38 judul/13,3%), Kesehatan Sejahtera (24 judul/8,4%), Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi (22 judul/7,7%), serta Tanpa Kemiskinan (18 judul/6,3%).
Agenda riset lainnya menyentuh isu Kota & Permukiman (14 judul/4,9%), Perdamaian, Keadilan & Kelembagaan (12 judul/4,2%), Air Bersih & Sanitasi (11 judul/3,9%), Kesetaraan Gender (10 judul/3,5%), Penanganan Perubahan Iklim (10 judul/3,5%), Energi Bersih (9 judul/3,2%), Konsumsi & Produksi (9 judul/3,2%), Berkurangnya Kesenjangan (8 judul/2,8%), Ekosistem Daratan (7 judul/2,5%), Kemitraan (6 judul/2,1%), dan Ekosistem Lautan (5 judul/1,8%).
Pada pilar pengabdian masyarakat, universitas menggulirkan Pendanaan Pengabdian Berdampak Bergerak 2026 yang mendanai 52 proposal strategis.
"Proposal ini kami bagi menjadi lima kategori, yakni Moderasi Beragama & Integrasi Islam-Sains sebanyak 16 proposal atau 30,77%, disusul Isu Gender, Anak, & Disabilitas dengan 13 proposal atau 25,00%," jelasnya.
Sisanya dialokasikan untuk Pengentasan Kemiskinan (11 proposal/21,15%), Pesantren (8 proposal/15,38%), dan Halal (4 proposal/7,69%).
Analisis tematik berbasis SDGs membagi peta jalan ini ke dalam pilar Fokus Pengembangan SDM (30,7%), Mendukung Dominasi Sektor Ekonomi (25%), Menegakkan Hak Asasi & Keadilan (15,4%), serta Menjaga Ekologi & Lingkungan (15,3%).
"Strategi akselerasi kita adalah memperkuat transformasi tingkat ketercapaian pengabdian pada hilirisasi ekonomi," tuturnya sembari membeberkan portofolio investasi UIN yang terdistribusi pada TKP 1 Ekonomi (12 proyek/23,08%), TKP 2 Sistem Sosial (20 proyek/38,46%), dan TKP 3 Inisiasi (20 proyek/38,46%).
Sinergi ini ditunjang oleh penerjunan 250 kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler, mandiri, dan unggulan yang berfokus pada isu Kehidupan Sehat (51 kelompok/20,4%), Pendidikan Berkualitas (50 kelompok/20,0%), Pekerjaan Layak (33 kelompok/13,2%), Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab (14 kelompok/5,6%), Kota & Permukiman (8 kelompok/3,2%), Penanganan Perubahan Iklim (4 kelompok/1,6%), Energi Bersih (4 kelompok/1,6%), Air Bersih (1 kelompok/0,4%), Kesetaraan Gender (1 kelompok/0,4%), Perdamaian & Keadilan (1 kelompok/0,4%), serta kelompok lintas sektor lainnya (81 kelompok/32,2%).
Menyoroti Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Rektor memaparkan lompatan ekspansi infrastruktur.
"Saat ini kita sedang merencanakan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan atau Maliki International Hospital di atas lahan seluas 16,5 hektar dengan Biophilic Architecture, yakni sebuah pendekatan yang menghubungkan manusia dengan alam untuk mendongkrak kesehatan mental dan fisik," ujarnya.
Infrastruktur berkonsep ini memiliki luasan KDB 9.240 m² atau 15%, KDH 21.139 m² atau 32%, dilengkapi Instalasi Rawat Inap KRIS, VIP, Gedung Pelayanan, dan kapasitas parkir untuk 434 motor serta 135 mobil.
Pembangunan berikutnya adalah Kawasan Iqra' di Kampus 3 dengan luas lahan 14.418,48 m², luas bangunan 32.348,9 m², rasio KDB 26,8% dan KDH 21,3%.
"Konsep arsitektural Kampus 3 ini menjunjung prinsip adaptif-modern. Terdapat tropical efficiency menggunakan sirip sun-shading, visual connectivity melalui inner court, serta ruang belajar kolaboratif," papar Rektor.
Ia merinci keberadaan Gedung Auditorium, Apartemen, Rumah Tahfidz, Plaza, Taman Microclimate Park, lapangan serbaguna, hingga lahan parkir untuk 181 mobil dan 78 motor.
Ekspansi fasilitas di Kampus 3 turut mencakup kehadiran Edupark UIN Malang yang memiliki zonasi khusus untuk Edukasi Hewan, Camping, Taman, Golf, Edukasi Tanaman, Area Taman Berbayar, Sport Center & Parkir, Living Laboratory & Edutainment, hingga Eco-Cycle.
"Sebagai pusat spiritual, kita mendirikan Masjid dan Islamic Center berfilosofi The Center of Ummah dengan arsitektur kubus yang melambangkan kesatuan (Unity), Four Directions untuk One Ummah, kiblat urban, dan konsep Pro-Eco-Light. Fasilitas ini memuat aula salat, veranda, plaza, area drop off, ruang imam, area makanan, dan menara," terangnya.
Mengulas layanan kemahasiswaan, Rektor menuturkan capaian membanggakan melalui perolehan 591 prestasi, terdiri dari 143 raihan tingkat internasional, 354 nasional, dan 94 tingkat provinsi.
Universitas juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dengan mendanai sertifikasi BNSP gratis untuk 6 skema kepada 129 mahasiswa, serta mengucurkan layanan beasiswa bagi 2.589 penerima.
Dalam hal serapan kerja lulusan, dari total 7.812 lulusan yudisium tahun 2025, tercatat 5.046 telah mengisi tracer study dan 2.766 belum mengisi.
"Statistik memperlihatkan 68,4 persen lulusan berhasil terserap di dunia kerja dalam waktu satu tahun. Kami akan mengakselerasi serapan ini dengan memperluas wadah job fair, menjalin kerja sama dengan dunia kerja nasional dan internasional, mengembangkan aplikasi jejaring pelacakan alumni, dan mendorong pengisian tracer study," jelas Prof. Ilfi.
Peningkatan kualitas kurikulum, pemagangan, pelibatan dosen praktisi, dan penempatan kerja turut menjadi instrumen prioritas kemitraan dengan dunia industri. Universitas juga melakukan penataan organisasi untuk menopang program strategis.
"Untuk merelevansikan diri dengan kebutuhan, kami menambah Fakultas Baru, yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, serta memoles nomenklatur lama dengan mengubah FKIK menjadi Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Hukum, serta penguatan Fakultas Farmasi," tuturnya.
Rektor membeberkan hal tersebut sejalan dengan akselerasi persiapan akreditasi unggul dan internasional, pemenuhan keorganisasian, serta relevansi dengan dunia industri.
Semua upaya transformasi ini membuahkan hasil manis pada sederet prestasi dan perankingan secara global.
"Universitas kita kini duduk di peringkat 1201-1400 dunia versi THE WUR 2026 dari 2.297 institusi, menjadikan kita PTKIN nomor 2 dan universitas nomor 7 tingkat nasional. Target percepatan ke depan, kita akan mendongkrak reputasi akademik internasional melalui sitasi, mahasiswa asing, dan dosen asing," beber Rektor.
QS World University Rankings by Subject 2026 juga mencatat UIN Malang di posisi 101-150 dunia untuk disiplin Theology, Divinity & Religious Studies, sekaligus bertengger di peringkat ke-6 di Indonesia, yang akan dipacu penguatannya lewat diseminasi variabel QS pada semua fakultas dan pascasarjana.
Fakultas Syariah turut menempati urutan 375 internasional versi Scimago 2026, menjadikannya 4 dari 5 Fakultas Hukum terbaik, dengan target ke depan mendorong publikasi melalui tambahan dua jurnal internasional.
Sementara untuk EduRank 2026, universitas ini berada di urutan ke-43 Indonesia dan ke-3 PTKIN. "Berdasarkan UniRank 2026, kita berada dalam jajaran Top 100 PTKIN dan menduduki posisi 2 PTKIN, serta masuk sebagai peringkat 2 PTKIN untuk World Islamic University. Agar semakin baik, kita terus mengintegrasikan data tridharma ke web institusi," tuturnya.
Di bidang publikasi global, kampus ini meraih posisi 5 PTKIN untuk kategori jurnal terindeks Scopus, yang dibidik dengan strategi peningkatan peringkat jurnal bereputasi, pembentukan jejaring antar jurnal, hingga investasi langganan basis data Scopus.
Peringkat institusional lainnya meliputi Webometrics di posisi 1.471 dunia (48 nasional, 4 PTKIN), serta UI GreenMetric 2026 di urutan 525 dunia (64 nasional, 7 PTKIN).
"Minat mahasiswa asing juga meroket, di tahun ini saja kita menerima pendaftaran 874 mahasiswa mancanegara dari 44 negara. Untuk jalur prestasi, mahasiswa kita baru saja menyabet Juara Umum II pada Porsi Jawara II September 2026, memboyong 7 medali emas, 7 medali perak, dan 4 perunggu, yang mana program bina prestasi dan dukungan beasiswa akan senantiasa kami pertajam," tegas Rektor.
Mengakhiri Sidang Terbuka, Rektor menjabarkan pencapaian prestisius di kancah Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Capaian panjang tersebut dimulai dari penyelenggara program pembelajaran Bahasa Arab intensif terlama sejak 1997 pada Desember 2022, rekor aksi penuangan eco enzyme terbanyak di Agustus 2024, penerbitan buku biografi tertebal pada September 2024, hingga lahirnya buku ajar Al Arabiyah lil Hayah dan aplikasi HATI di bulan Januari 2025.
"Bahkan desain kawasan berlafaz Ar-Rahim menjadikan kita universitas pertama yang dianugerahi rekor MURI di Februari 2026," tuturnya.
Khusus di bulan September 2026, universitas berhasil mencatatkan dua rekor MURI sekaligus untuk kepemilikan Guru Besar Bahasa Arab terbanyak se-PTKIN dan Penghafal Al-Qur'an terbanyak se-PTKIN.
"Dunia akademik kita juga mencetak sejarah hebat. Setelah berhasil menembus rekor untuk submit 1.031 artikel ke jurnal kampus Maliki Interdisciplinary Journal hanya dalam satu bulan pada September 2024, kini di 2026 kita meraih MURI kembali karena sukses mengunggah 2.000 artikel mahasiswa per tahun dalam waktu hanya satu bulan ke jurnal MIJ," urai Prof. Ilfi sembari menyatakan capaian jurnal ini berjalan berdampingan dengan proses indeksasi MIJ via SINTA.



