JATIMTIMES - Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya diguncang dua gempa bumi tektonik dalam dua hari beruntun. Getaran dari dampak gempa bumi tersebut juga turut dirasakan pada sejumlah wilayah termasuk di Lumajang hingga Malang dan sekitarnya.
Terbaru, gempa bumi tektonik terjadi pada hari ini, Senin 5 Oktober 2026 pada pukul 09:16 WIB di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M 4.4 pada kedalaman 76 km.
Lebih lanjut, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menyebut, episenter gempa bumi yang terjadi di Lumajang tersebut terletak pada koordinat 9,31° LS ; 113,01° BT. Tepatnya berlokasi di laut 133 km barat daya Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya kepada JatimTIMES.
Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, dijelaskan Ricko, gempa bumi yang terjadi di Lumajang tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi. "Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa bumi ini dirasakan di Lumajang dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity)," tuturnya.
Dampak yang dirasakan di Lumajang tersebut berupa getaran yang dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk yang berlalu. "Selain di Lumajang, guncangan gempa bumi juga dirasakan di Blitar, Malang, dan Jember," imbuhnya.
Dampak guncangan gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut, dijelaskan Ricko, berada pada skala intensitas II MMI. Di mana, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Dari hasil monitoring BMKG, hingga tadi pagi belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan," tuturnya.
Sehari sebelumnya yakni pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 19:36 WIB gempa bumi tektonik juga terjadi di wilayah Malang, Jawa Timur. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M4.6 pada kedalaman 35 km.
Sementara untuk episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,38° LS ; 112,76° BT atau tepatnya berlokasi di laut 139 km Tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Hasil pemodelan tsunami pada gempa yang terjadi di Malang tersebut juga menunjukkan tidak berpotensi tsunami," imbuhnya.
Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di Malang tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif di bawah laut. "Artinya, gempa bumi yang terjadi di Malang tersebut tidak berkaitan dengan yang terjadi di Lumajang," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi yang terjadi pada hari Minggu tersebut turut dirasakan di Malang dan Lumajang dengan skala intensitas III MMI. Sementara untuk guncangan yang dirasakan pada sejumlah wilayah meliputi Tulungagung, Blitar, dan Jember berada pada skala intensitas II MMI.
Sesaat setelah terjadi gempa bumi di Malang tersebut, BMKG memastikan bahwa dari hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memastikan akses informasi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkas Ricko.



