JATIMTIMES – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika Wajib tingkat SMA 2026 mulai mendorong siswa mencari pola belajar yang lebih terarah. Kondisi itu terlihat dalam program pendampingan yang digelar Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma), yang hingga kini telah mencatat sekitar 250 peserta dari berbagai sekolah dan sejumlah provinsi.

Antusiasme peserta bahkan terlihat dalam pelaksanaan perdana pendampingan yang digelar secara tatap muka di kampus Unisma. Sejumlah siswa datang langsung dari luar Kota Malang untuk mengikuti pembelajaran, salah satunya siswa SMAN 2 Blitar yang memilih menggunakan kereta api agar dapat mengikuti kegiatan secara luring.

1

"Saya berangkat ke sini naik kereta agar bisa mengikuti pendampingan secara langsung di kampus Unisma," ujar peserta tersebut.

Fenomena itu menunjukkan bahwa kebutuhan siswa menjelang TKA tidak berhenti pada penguasaan materi di sekolah. Siswa juga membutuhkan ruang untuk menguji pemahaman melalui latihan soal, membedah konsep, sekaligus mengenali strategi penyelesaian persoalan matematika.

Program pendampingan tersebut disiapkan secara gratis dengan pola hybrid learning. Pembelajaran dilakukan melalui pertemuan daring dan tatap muka di kampus Unisma, sehingga peserta dari luar Malang tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan tanpa harus selalu hadir secara langsung.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisma, Isbadar Nursit, M.Pd., menjadi pengajar pada pertemuan perdana. Materi diarahkan pada penguatan konsep dan strategi menghadapi soal Matematika Wajib.

2

Pola pembelajaran tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi. Diskusi interaktif dan latihan soal digunakan untuk menguji sejauh mana peserta mampu menerapkan konsep ketika berhadapan dengan persoalan yang membutuhkan penalaran dan ketepatan langkah penyelesaian.

Pendampingan tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober 2026. Kegiatan digelar setiap Sabtu dan Minggu dengan total 12 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan berlangsung selama 90 menit.

Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisma dilibatkan sebagai pengajar dalam rangkaian tersebut. Materi pendampingan mencakup pembahasan konsep, latihan soal TKA, diskusi, serta strategi menyelesaikan persoalan matematika.

Wakil Dekan III FKIP Universitas Islam Malang, Dr. Muhammad Badri, M.Pd., saat membuka kegiatan menilai pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan siswa menghadapi tantangan akademik.

"Persiapan menghadapi TKA membutuhkan penguatan kemampuan akademik, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan persoalan matematika," kata Muhammad Badri saat membuka kegiatan.

Sementara itu, jumlah peserta yang mengikuti program masih berpotensi bertambah. Pendaftaran pendampingan tetap dibuka hingga akhir Oktober 2026 untuk siswa kelas XII SMA, MA, dan SMK dari berbagai daerah.

Isbadar menekankan pentingnya penguasaan konsep dalam menghadapi soal matematika, bukan semata-mata mengandalkan latihan secara berulang.

"Yang perlu diperkuat bukan hanya kemampuan mengerjakan soal, tetapi pemahaman konsep dan strategi ketika menghadapi bentuk soal yang berbeda," ujar Isbadar dalam pembelajaran perdana.

Dengan pola tersebut, pendampingan diarahkan untuk mempertemukan penguasaan konsep dengan kemampuan menerapkannya dalam penyelesaian soal. Hal itu menjadi salah satu persoalan yang dihadapi siswa ketika harus berhadapan dengan variasi soal dalam TKA Matematika Wajib.