JATIMTIMES - Rencana retreat kepala sekolah di Kota Malang mulai menemukan gambaran. Pemkot Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD untuk menggelar pembinaan yang diikuti ratusan kepala sekolah negeri maupun swasta.
Tak sekadar duduk mengikuti materi di dalam ruangan, retreat tersebut juga bakal mengadopsi pola pembinaan bernuansa militer. Meski demikian, kegiatan dipastikan tidak menggunakan konsep menginap.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut bersumber dari APBD Kota Malang.
“APBD. Ini ada sekitar Rp300 jutaan,” ujar Suwarjana, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, retreat ditargetkan terlaksana paling lambat November 2026. Disdikbud saat ini masih mematangkan lokasi sekaligus teknis kegiatan yang menjadi bagian dari evaluasi dan pembinaan para kepala sekolah. “Kalau tidak bulan ini, bulan depan,” katanya.
Salah satu lokasi yang tengah diusulkan yakni kawasan Islamic Center. Tempat tersebut dinilai memiliki ruangan yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran sekaligus pembinaan.
Namun, Suwarjana memastikan kegiatan tidak akan berlangsung dengan pola bermalam. Selain mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan, keputusan tersebut juga berkaitan dengan anggaran yang tersedia.
“Ya, kemungkinan di Islamic Center. Punya ruangan yang memenuhi dan yang jelas tidak menginap, mengingat anggarannya,” jelasnya.
Meski hanya digelar dalam waktu singkat, retreat tidak akan sepenuhnya berlangsung dalam format pembelajaran di kelas. Disdikbud juga menyiapkan kegiatan yang mengadopsi pola pembinaan militer.
“Iya, ada militer-militer, kemudian juga ada di kelasnya,” katanya.
Konsep tersebut nantinya memadukan materi di dalam kelas dengan kegiatan fisik bernuansa militer. Namun, Disdikbud belum membeberkan secara detail bentuk pembinaan fisik tersebut, termasuk pihak yang akan dilibatkan dalam kegiatan.
Retreat ini akan melibatkan seluruh kepala sekolah di Kota Malang, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Berdasarkan data Disdikbud, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 345 orang.
Rinciannya, terdapat sekitar 225 kepala sekolah negeri dan sekitar 120 kepala sekolah swasta. Jumlah tersebut membuat retreat menjadi salah satu forum pembinaan kepala sekolah dengan peserta cukup besar.
Suwarjana menyebut rencana kegiatan tersebut telah disosialisasikan kepada para kepala sekolah. Sosialisasi dilakukan agar peserta mengetahui agenda yang disiapkan sekaligus dapat mempersiapkan diri sebelum kegiatan berlangsung. “Sudah sosialisasi. Biar siap-siap,” pungkasnya.



