JATIMTIMES - Tidak ada seorang pun yang tahu seperti apa jalan hidupnya ke depan. Ada masa ketika semuanya terasa mudah, tetapi ada juga saat seseorang harus menghadapi penyakit, masalah ekonomi, persoalan keluarga, atau cobaan lain yang begitu berat.
Dalam kondisi seperti itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar seorang Muslim dijauhkan dari cobaan yang berat, kesengsaraan, buruknya ketetapan, hingga keadaan yang membuat musuh bersuka cita.
Doa tersebut bersumber dari hadis Abu Hurairah RA yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam Shahih Bukhari nomor 6347 dan Shahih Muslim nomor 2707, Rasulullah SAW disebut biasa memohon perlindungan dari empat perkara tersebut. Hadisnya berstatus sahih.
Berikut bunyinya:
تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Artinya: "Mintalah perlindungan kepada Allah dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, buruknya ketetapan, dan kegembiraan musuh."
Dari hadis di atas, doa yang dianjurkan dibaca adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Allahumma inni a'uudzu bika min jahdil-balaa-i, wa darakisy-syaqaa-i, wa suu-il-qadhaa-i, wa syamaatatil-a'daa-i.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, buruknya ketetapan, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku."
Empat hal membuat doa ini memiliki makna yang cukup dalam, yakni sebagai berikut:
Jahdul bala' berarti cobaan yang sangat berat. Ini menggambarkan ujian yang begitu sulit hingga seseorang merasa tidak kuat menghadapinya.
Kemudian darakus syaqa', yakni kesengsaraan atau kebinasaan yang dapat menimpa seseorang dalam kehidupannya.
Ada juga su'ul qadha', yaitu memohon perlindungan dari ketetapan buruk yang membawa kesulitan atau kesedihan.
Terakhir, syamatatul a'da', yakni keadaan ketika seseorang tertimpa musibah atau berada dalam kesulitan hingga orang yang memusuhinya justru bersuka cita melihatnya.
Rasulullah SAW mengajarkan doa tersebut sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah. Manusia tetap perlu berikhtiar menghadapi persoalan hidup, tetapi pada saat yang sama tidak lepas dari doa dan memohon pertolongan-Nya.
Doa ini bisa diamalkan ketika seorang Muslim merasa sedang menghadapi keadaan sulit atau ingin memohon agar dijauhkan dari berbagai keburukan yang tidak diinginkan. Semoga informasi ini bermaanfaat.




