JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar memperkuat kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban sekaligus merespons keadaan darurat di lingkungan warga. Penguatan dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi Satlinmas Sigap (Siaga dan Tanggap) di Aula Kantor Satpol PP Kota Blitar, Rabu (30/9/2026).

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan, keberadaan Satlinmas tidak sebatas dibutuhkan dalam pengamanan pemilu dan pilkada. Personel yang berada hingga tingkat kelurahan itu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Satlinmas adalah garda terdepan di tingkat tapak yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Mas Ibin saat membuka kegiatan.

Menurut dia, peran tersebut menuntut Satlinmas memiliki kemampuan yang semakin lengkap. Selain menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, mereka harus mampu membaca potensi gangguan serta memahami langkah pertama ketika terjadi keadaan darurat.

“Keberadaan Satlinmas tidak hanya penting pada momentum pemilu atau pilkada, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta membantu perlindungan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan keadaan darurat,” ujarnya.

Kegiatan bertema Sigap Jaga Ketertiban, Cepat Tanggap Kebakaran itu diikuti 87 peserta. Mereka terdiri atas Kasi Trantib kecamatan, Kasi Trantib kelurahan, serta perwakilan anggota Satlinmas dari seluruh kelurahan di Kota Blitar.

Dari Deteksi Dini hingga Penanganan Awal

Ibin

Mas Ibin mengatakan, Kota Blitar membutuhkan Satlinmas yang adaptif, terlatih, sigap, dan humanis. Karena itu, kemampuan personel harus terus diperbarui melalui pelatihan dan pembinaan, terutama menyangkut komunikasi, koordinasi, deteksi dini, serta respons awal terhadap kondisi kedaruratan.

Dalam penanganan kebakaran, misalnya, Satlinmas perlu memahami langkah pencegahan, pemadaman awal, hingga mekanisme koordinasi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

“Satpol PP dan Satlinmas ini tugasnya banyak, terutama menjaga trantibum di kelurahan-kelurahan dan di tengah-tengah masyarakat. Ini harus dibekali kemampuan komunikasi, koordinasi, sekaligus mengantisipasi kejadian-kejadian yang sangat mungkin terjadi di masing-masing wilayah,” kata Mas Ibin saat diwawancarai awak media seusai kegiatan.

Ia berharap pembinaan semacam ini dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kemampuan yang memadai, Satlinmas diharapkan tidak sekadar hadir setelah suatu kejadian terjadi, tetapi mampu mengenali risiko dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Mas Ibin juga meminta Satlinmas memperkuat koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar, Satpol PP, serta unsur kelurahan. Pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan pun harus diteruskan kepada masyarakat sehingga kesiapsiagaan tumbuh sampai tingkat lingkungan.

“Jangan menunggu kebakaran atau gangguan terjadi baru kita bergerak. Bangun kesadaran warga untuk mencegah, mengenali risiko, dan mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.

Petakan Fasilitas Kedaruratan di Kelurahan

Penguatan Satlinmas juga diarahkan pada kemampuan mengenali sumber daya kedaruratan di masing-masing wilayah. Mas Ibin meminta personel mengetahui nomor layanan yang harus dihubungi serta memetakan fasilitas yang dapat digunakan ketika kebakaran atau bencana terjadi.

“Kalau terjadi kebakaran, tentunya Damkar. Mereka juga harus hafal nomor-nomor kedaruratan yang harus dihubungi dan mengidentifikasi fasilitas apa yang bisa digunakan apabila terjadi kebakaran sewaktu-waktu maupun kejadian kebencanaan yang lain,” ujarnya.

Fasilitas tersebut antara lain hidran dan sarana pendukung lain yang tersedia di kelurahan. Menurut Mas Ibin, pemetaan fasilitas dan koordinasi lintas unsur penting agar penanganan tidak dimulai dari nol ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

“Jadi kalau ada kejadian, pertolongan cepat itu bisa segera dilakukan,” katanya.

Sae

Kepala Satpol PP Kota Blitar Suyatno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan peran Satlinmas sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020. Satlinmas tidak hanya dituntut sigap dalam pengamanan lingkungan, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan menghadapi kebakaran maupun bencana nonkebakaran.

Pembekalan menghadirkan narasumber dari Satpol PP dan Damkar Kota Blitar. Materinya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis menghadapi kondisi darurat sekaligus memperkuat kewaspadaan dan kemampuan deteksi awal terhadap potensi konflik maupun gangguan keamanan.

“Tujuannya memberikan wawasan dan keterampilan teknis kepada anggota Satlinmas dalam menghadapi bencana kebakaran maupun nonkebakaran, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kemampuan deteksi awal,” kata Suyatno.

Melalui penguatan tersebut, Pemkot Blitar mendorong Satlinmas berkembang menjadi simpul perlindungan masyarakat yang semakin tanggap di tingkat kelurahan. Satlinmas yang terlatih, mengenali wilayah, dan memiliki jejaring koordinasi diharapkan mempercepat respons ketika warga menghadapi gangguan ketertiban maupun keadaan darurat.

“Dengan Satlinmas yang semakin sigap, terlatih, dan dekat dengan masyarakat, mari bersama-sama kita jaga Kota Blitar tetap aman, tertib, dan tangguh,” kata Mas Ibin.