JATIMTIMES – Puluhan warga RT 04 dan RT 05 RW 12 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendatangi warung nasi goreng kambing di Jalan Bromo Gang 1 pada Selasa (29/9/2026) pagi. Aksi yang diikuti sekitar 25 orang warga tersebut dipicu oleh lahan fasilitas umum (fasum) tempat penyimpanan keranda jenazah dan kamar mandi umum yang beralih alih fungsi jadi warung.
Aksi protes spontan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dramatis ketika warga mendatangi lokasi usaha milik Sudarmi dan Maman sembari membawa keranda mayat ke depan warung.
Selain mengusung keranda, warga juga menggalang petisi tanda tangan bersama untuk menuntut pengembalian fungsi lahan fasum sebagaimana mestinya.
Kapolsek Batu AKP M. Subhan menjelaskan bahwa jajaran kepolisian bersama bhabinkamtibmas Aiptu Gatot Jarwanto, babinsa, dan Lurah Sisir Meryanto Handarto langsung turun ke lokasi untuk meredam potensi konflik serta mengawal situasi keamanan.
"Anggota di lapangan bergerak cepat memantau aksi spontanitas warga RT 04 dan RT 05 RW 12 terkait penempatan keranda dan fasilitas umum di Jalan Bromo Gang 1 agar situasi tetap kondusif," ujar Subhan.
Beruntung aksi demonstrasi warga dan pemilik warung tidak berujung pada tindakan yang merusak atau kekerasan. Warga membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 08.15 WIB.
Kedua belah pihak yang bersengketa akhirnya bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan lahan fasum tersebut melalui forum mediasi resmi. Forum tersebut akan digelar dalam waktu dekat dengan difasilitasi aparat dan muspika serta jajaran Kelurahan Sisir.
"Antara perwakilan warga dan pemilik warung telah bersepakat untuk melakukan mediasi bersama yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (30/9/2026) di Kantor Kelurahan Sisir guna mencari titik temu," ucap Subhan.



