JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim) telah menyalurkan puluhan bantuan tandon air pada penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Bantuan tandon air tersebut menyusul terus meluasnya dampak kekeringan yang dilaporkan telah berdampak pada sekitar 18 ribu jiwa di Kabupaten Malang.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, bantuan tandon air dari BPBD Jatim tersebut telah diterima dan disalurkan pada Senin, 28 September 2026. "Penerimaan 25 tandon dari BPBD Jatim tersebut masing-masing berkapasitas 1.200 liter," ujarnya.

Bantuan tandon air tersebut ditujukan untuk mendukung proses pendistribusian bantuan air bersih kepada para warga terdampak kekeringan yang hingga hari ini, Selasa 29 September 2026 masih terus dilangsungkan. Berdasarkan laporan yang disampaikan Posko Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan 2026 BPBD Kabupaten Malang, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 18 ribu jiwa.

"Dampak kekeringan melanda kurang lebih 5.702 KK (kepala keluarga) dan 18.236 jiwa," imbuhnya.

Disampaikan Sadono, belasan ribu jiwa yang diperkirakan turut terdampak kekeringan tersebut tersebar pada sejumlah desa di enam kecamatan. Meliputi wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. "Dampak kekeringan terjadi pada 13 desa di enam kecamatan," imbuhnya.

Perlu diketahui, jumlah warga yang diperkirakan terdampak kekeringan tersebut bersumber dari angka penerima manfaat pasokan distribusi bantuan air bersih. Hingga hari ini, Selasa 29 September 2026 upaya penanganan kekeringan termasuk distribusi bantuan air bersih tersebut juga masih terus dilangsungkan.

"Agenda distribusi air bersih pada hari ini menyasar wilayah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung hingga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumawe. Selain itu, juga dilakukan distribusi bantuan tandon air ke Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, jumlah warga terdampak kekeringan di Kabupaten Malang yang terjadi di 13 desa pada enam kecamatan tersebut mengalami penambahan jika dibandingkan data sebelumnya. Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang, jumlah warga terdampak kekeringan sebelumnya diperkirakan mencapai 5.702 KK dengan 17.230 jiwa.

Hingga akhirnya, pada laporan terbaru menyebut jika jumlah warga terdampak kekeringan yang juga telah mendapatkan distribusi bantuan air bersih tersebut diperkirakan telah mencapai kurang lebih 5.702 KK dan 18.236 jiwa. Data tersebut masih dimungkinkan mengalami perubahan mengingat hingga kini upaya penanganan dampak kekeringan juga masih terus dilangsungkan.