JATIMTIMES  – Puluhan kincir angin tradisional atau kitiran mewarnai kemeriahan Festival Ekraf yang digelar di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan. Uniknya pertunjukan kitiran berbahan limbah tersebut sukses menyedot perhatian Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang akrab dipanggil Kang Suyat ini hadir langsung dalam acara tersebut.

Festival EKraf sendiri merupakan event tahunan yang diinisiasi oleh pemuda setempat. Ajang kreatif yang sudah diselenggarakan yang ketiga kali  ini digagas sebagai wadah bagi para pelaku usaha kerajinan, kuliner, hingga seni lokal untuk mengenalkan dan mengembangkan potensi usaha mereka kepada masyarakat luas.

Melihat potensi keunikan dan antusiasme warga di lokasi acara, Kang Suyat memberikan apresiasi tinggi dan mengusulkan agar kreasi kitiran tersebut dikembangkan menjadi sebuah Festival Kitiran tersendiri. Menurutnya, ajang ini bisa diawali dari tingkat kelurahan sebelum nantinya diperluas ke jenjang yang lebih besar.

"Bisa dimulai dari lingkup kelurahan dulu. Nanti seiring bertambahnya peminat, tidak menutup kemungkinan skalanya meluas sampai tingkat kecamatan bahkan tingkat kabupaten," ujarnya.

Dalam arahannya, Wabup menegaskan pentingnya kriteria perlombaan agar Festival Kitiran mendatang semakin menarik, edukatif, serta berdampak positif terhadap lingkungan dengan memanfaatkan bahan daur ulang.

"Nanti khan bisa dirumuskan  jumlah pesertanya itu, apa yang dinilai? Kitiran paling inovatif, inspiratif, macam-macamlah. Bahannya ditentukan dari limbah, misalnya. Tapi bahan limbah itu harus mendominasi. Pokoknya kita jangan membayangkan dulu skalanya, tapi kalau diikuti siapa saja boleh, kan ini malah makin ramai," jelas Kang Suyat.

Tantangan dan usulan dari Wabup Suyatno tersebut direspons positif oleh pihak pemerintah kelurahan setempat. Lurah Tawanganom, Safaat Setia Romandon, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Magetan untuk  mengemas kreasi kitiran berbahan limbah menjadi agenda yang lebih besar.

Safaat menegaskan bahwa pihak kelurahan bersama pemuda dan elemen masyarakat Tawanganom siap mematangkan konsep Festival Kitiran agar dapat memfasilitasi kreativitas warga sekaligus menyuguhkan pesta rakyat yang meriah.

Dengan dorongan Pemkab Magetan dan kesiapan pihak kelurahan, kolaborasi antara pelestarian mainan tradisional, edukasi pengelolaan limbah, serta pemberdayaan ekonomi kreatif warga di Tawanganom diharapkan semakin solid dan menjadi daya tarik baru bagi Kabupaten Magetan.