JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka memperkuat pembangunan daerah berbasis pendidikan, inovasi, dan potensi ekonomi lokal. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) yang telah mendirikan kampus di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. 

Komitmen tersebut ditunjukkan saat Bupati Malang HM. Sanusi yang didampingi jajaran kepala perangkat daerah Pemkab Malang menerima audiensi Rektor Unitri Malang Dodi Wirawan Irawanto beserta jajaran di Ruang Kerja Bupati Malang Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang. 

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis. Mulai dari pengembangan Kampus III Unitri di Kecamatan Wagir, penguatan sektor pertanian, pengembangan inovasi teknologi, hingga dukungan terhadap kebutuhan mahasiswa dan masyarakat di sekitar kawasan kampus.

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, keberadaan Kampus III Unitri di Wagir dipandang memiliki peluang besar untuk memperkuat ekosistem pertanian Kabupaten Malang. Hal ini tidak lepas dari keberadaan program studi Agroteknologi, Agribisnis, dan Peternakan yang dinilai relevan dengan karakteristik serta potensi daerah.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menuturkan, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan kampus di tengah kawasan potensial pertanian diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan teknologi yang dapat diterapkan secara nyata.

"Perguruan tinggi bukan hanya tempat menyiapkan sumber daya manusia, tetapi juga memiliki peran dalam menghasilkan inovasi yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat," ujar Sanusi, Selasa (29/9/2026). 

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan teknologi pertanian dan hortikultura. Unitri diharapkan dapat mendorong riset serta inovasi yang berkaitan dengan pupuk organik, peningkatan produktivitas pertanian hingga pengembangan teknologi pembibitan.

Potensi komoditas jeruk juga menjadi salah satu pembahasan. Pengembangan inovasi genetik tanaman diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit berkualitas hingga peningkatan mutu dan produktivitas tanaman.

Langkah tersebut turut diperkuat melalui kerja sama Unitri dengan PT. Petrokimia Gresik. Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kolaborasi sehingga hasil riset dan inovasi perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan di lapangan.

Selain sektor pertanian, audiensi juga membahas penguatan fasilitas pendukung pendidikan. Di mana Sanusi telah memberikan rekomendasi kepada Unitri terkait proposal pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi mahasiswa.

Rusunawa tersebut direncanakan menyediakan 43 kamar, dengan kapasitas maksimal empat mahasiswa pada setiap kamar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hunian mahasiswa yang menjalani aktivitas perkuliahan di Kampus III Unitri Wagir.

Pemkab Malang juga membahas dukungan terhadap peningkatan aksesibilitas kawasan kampus. Salah satunya melalui rencana pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pelebaran jalan di wilayah Desa Jedong dan Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir.

"Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain mendukung kelancaran akses menuju kawasan pendidikan, pelebaran jalan juga dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah sekitar," ungkap Sanusi. 

Sanusi juga mengapresiasi kontribusi Unitri dalam memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa. Menurutnya, dukungan terhadap mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas.

Melalui berbagai agenda tersebut, Pemkab Malang berharap keberadaan Kampus III Unitri di Wagir dapat memberikan dampak yang semakin luas. Tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi untuk melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sanusi juga turut menandatangani prasasti Gedung Kampus III Unitri di Wagir. Penandatanganan ini menjadi salah satu penanda penguatan keberadaan Unitri di Kabupaten Malang sekaligus momentum mempererat kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan dunia usaha.

Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga potensi akademik, riset, teknologi dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Malang, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.