JATIMTIMES - Pada Juli 2017, Linkin Park kehilangan Chester Bennington, dan untuk waktu yang lama banyak penggemar mengira band itu ikut berakhir. Tujuh tahun kemudian, mereka kembali.

Linkin Park: Unshatter merekam kebangkitan itu. Film dokumenter sekaligus film konser ini tayang terbatas di bioskop di berbagai negara mulai 30 September 2026, dan menjadi salah satu judul paling unik di daftar film yang akan tayang di Rotten Tomatoes minggu ini.

Apa isi filmnya

Unshatter menceritakan reuni Linkin Park pada 2024 setelah bertahun-tahun vakum. Penonton diajak melihat sesi studio awal pada 2022, proses rekaman album comeback From Zero, kembalinya mereka ke panggung, hingga tur dunia From Zero yang berlangsung sekitar 18 bulan.

Tulang punggung filmnya adalah rekaman konser di Allianz Parque, São Paulo, Brasil, pada November 2024. Brasil adalah salah satu basis penggemar paling fanatik Linkin Park, dan pilihan lokasi itu terasa disengaja. Selain konser São Paulo, film ini juga memuat cuplikan pertunjukan peluncuran pada September 2024 dan rekaman dari sesi-sesi studio 2022.

Kalau Anda ingin menontonnya nanti di rumah, pantau pengumuman resmi di layanan seperti Movie Box Pro app, Netflix, HBO, dan sejenisnya, karena platform streamingnya memang belum ditetapkan.

Disutradarai orang dalam

Unshatter disutradarai Joe Hahn, DJ dan anggota pendiri Linkin Park yang sejak lama juga menyutradarai banyak video musik band ini. Artinya, film ini dibuat dari sudut pandang orang dalam, bukan pengamat dari luar.

Film ini diproduksi bersama oleh pihak band, CJ 4DPlex, dan Trafalgar Releasing, yang menangani distribusinya. Durasinya 1 jam 47 menit.

Selain versi biasa, film ini juga diputar dalam format ScreenX dan 4DX di bioskop yang memilikinya. Untuk film konser, format yang layarnya melebar ke dinding samping dan kursinya bergerak mengikuti musik jelas terasa lebih pas daripada untuk film drama.

Untuk pengalaman streaming yang lebih baik ke depannya, sempatkan mengecek Movie Box Download app, Netflix, HBO, atau layanan serupa saat pengumumannya keluar.

Wajah baru di barisan Linkin Park

Bagian paling sensitif dari kisah ini adalah vokalis baru. Emily Armstrong, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Dead Sara, bergabung dengan Linkin Park saat reuni 2024. Bersamanya ada Colin Brittain sebagai drummer baru sekaligus produser.

Keputusan itu memicu reaksi keras dari sebagian penggemar, dan bayang-bayang Chester tidak mungkin hilang begitu saja. Unshatter tampaknya tidak menghindari hal itu. Justru perjalanan membangun kembali kepercayaan penggemar menjadi bagian dari ceritanya.

Mike Shinoda, Dave Farrell, dan Joe Hahn tetap menjadi inti band.

Comeback yang lebih besar dari perkiraan

Saat Linkin Park mengumumkan kembalinya mereka pada September 2024, reaksi publik sangat terbelah. Tapi angka-angkanya kemudian berbicara. Album From Zero yang dirilis pada November 2024 disambut hangat, dan tur dunianya berkembang menjadi rangkaian konser yang berlangsung sekitar satu setengah tahun di berbagai benua.

Bagi sebuah band yang sempat dianggap selesai, itu pencapaian yang luar biasa. Unshatter tampaknya ingin menunjukkan apa yang terjadi di balik angka-angka itu: keraguan, latihan panjang, dan tekanan untuk tampil di depan penonton yang masih berduka.

Judulnya sendiri terasa seperti pernyataan. Sesuatu yang pernah hancur tidak bisa kembali persis seperti semula, tapi bisa disusun lagi menjadi bentuk yang baru.

Lagu-lagu yang muncul

Daftar lengkap lagu belum dirilis secara rinci, tapi beberapa sudah dipastikan tampil, termasuk "The Emptiness Machine", single pertama era From Zero, serta "Two Faced" dan "With You".

Film ini didampingi album soundtrack Unshatter Film Soundtrack (Live in São Paulo) yang dirilis akhir September 2026 dalam format vinyl, CD, dan digital. Bagi yang tidak sempat ke bioskop, album ini jadi cara lain menikmati konsernya.

Ketersediaan per wilayah

Unshatter adalah rilis bioskop terbatas. Artinya jadwal tayangnya singkat dan tidak semua bioskop memutarnya. Di Amerika Serikat, jaringan seperti AMC dan Harkins sudah membuka pemesanan tiket.

Untuk penonton di Indonesia dan negara lain, ketersediaannya tergantung bioskop lokal yang bekerja sama dengan Trafalgar dan CJ 4DPlex. Pantau aplikasi bioskop setempat, terutama yang memiliki layar 4DX dan ScreenX.

Sampai sekarang belum ada pengumuman resmi tentang platform streaming yang akan memegang film ini. Jangan percaya situs yang mengklaim sudah menayangkannya secara penuh, karena kemungkinan besar itu bukan sumber resmi.

Untuk siapa film ini

Bagi penggemar lama yang tumbuh bersama Hybrid Theory dan Meteora, Unshatter mungkin terasa campur aduk: senang melihat band ini kembali, sekaligus sedih karena Chester tidak ada di sana. Film ini tampaknya memang dibuat untuk menampung kedua perasaan itu.

Bagi penggemar baru yang mengenal Linkin Park lewat era From Zero, film ini menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah dan beban yang dipikul band ini.

Layak ditonton?

Jika Anda pernah menyanyikan "In the End" atau "Numb" sekeras-kerasnya, jawabannya hampir pasti ya. Film konser seperti ini paling nikmat dinikmati di bioskop, dengan suara keras dan penonton lain yang ikut bernyanyi.

Karena penayangannya terbatas, jangan menunggu terlalu lama. Begitu jadwal di kota Anda muncul, segera amankan tiket.