MALANGTIMES - Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, bakal melibatkan peran teknologi guna mendongkrak sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang. Salah satunya menggunakan aplikasi Sipanji atau Sistem Informasi Pengolaan Pajak Daerah Mandiri .
Plt (Pelaksana tugas) Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, mengaku jika aplikasi Sipanji dapat mendongkrak pengasilan PAD lantaran memangkas proses pelayanan pajak. Sebab antara WP (Wajib Pajak) dan pengelola pajak tidak harus bertatap muka, saat proses pembayaran pajak dilangsungkan.
”Sipanji ini merupakan aplikasi pajak yang kami kelola, ada 10 sektor pajak yang dikelola Bapenda,” terang Made yang juga menjabat sebagai Kadisparbud (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang ini.
Sebagai informasi, sepuluh sektor pajak yang dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang ini meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, air bawah tanah, BPHTB, serta pajak bumi dan bangunan (PBB).
Dijelaskan Made, selain memudahkan para WP (Wajib Pajak) untuk membayar kewajiban mereka, lantaran bisa dilakukan secara online. Aplikasi Sipanji juga memudahkan Bapenda Kabupaten Malang, untuk memantau perkembangan pajak daerah yang mereka kelola.
”Kita sudah bisa melihat perkembangan pajak secara Real Time, per hari. Kita juga bisa lihat berapa persen target pajak yang sudah tercapai. Jadi perkembangan 10 pajak yang dikelola Bapenda bisa kita lihat lewat Sipanji,” ungkap Made.
Dengan beberapa kemudahan itulah, lanjut Made, pihaknya optimistis jika pada akhir bulan Oktober 2020 target PAD Kabupaten Malang di sektor pajak daerah bisa segera realisasi. ”Sampai dengan saat ini (awal Oktober 2020), target pajak daerah hanya menyisakan 20 persen. Sebab targetnya sudah realisasi sekitar 80 persen. Harapan kami di akhir bulan (Oktober 2020) target pajak daerah sudah terpenuhi,” ungkap Made.
Sekedar diketahui, dijelaskan Made, target pajak daerah di tahun 2020 dipatok Rp 286 miliar. Dari nominal tersebut, hingga awal Oktober 2020 Bapenda Kabupaten Malang sudah bisa merealisasi pajak daerah mencapai Rp 228,8 miliar.
”Target pajak daerah tahun ini (2020) hanya tersisa sekitar Rp 57 miliar, menginggat waktu yang masih tersisa sekitar 3 bulan, kami optimis bisa terealisasi. Tapi kalau target pribadi, harapannya targetnya bisa terealisasi bulan ini. Sehingga disektor pajak daerah bisa surplus,” pungkasnya.




