JATIMTIMES - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali mencatat prestasi nasional di bidang literasi dan keuangan syariah. Tim madrasah tersebut berhasil meraih medali perunggu atau juara III kategori pelajar dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, 23-25 September 2026.

Medali tersebut diraih tiga siswa MAN 2 Kota Malang, yakni Abisatya Nararya dari kelas XII-K, Essenza Qurani Permata Qolby dari XII-G, dan Wanda Revamoza Abrilliant dari XII-D. Mereka berhasil melewati rangkaian seleksi sebelum memastikan tempat di grand final.

Persaingan tahun ini melibatkan 12.000 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari madrasah dan sekolah yang mengikuti kompetisi di bidang literasi serta ekonomi dan keuangan syariah.

Tim MAN 2 Kota Malang harus melewati sejumlah tahapan yang menguji kemampuan akademik dan keterampilan peserta. Seleksi berlangsung melalui tes tulis, simulasi cerdas cermat, presentasi, hingga kuis interaktif yang berkaitan dengan konsep ekonomi dan keuangan syariah.

Capaian juara III tahun ini sekaligus memperpanjang catatan panjang MAN 2 Kota Malang di ISFO. Selama lima tahun berturut-turut, madrasah tersebut berhasil mengantarkan timnya hingga grand final dan meraih medali pada setiap periode tersebut.

Dengan demikian, medali perunggu 2026 menjadi gelar juara kelima yang diraih MAN 2 Kota Malang dalam lima tahun keberadaannya di panggung grand final ISFO. Konsistensi tersebut menjadi salah satu catatan penting dari kiprah madrasah dalam kompetisi keuangan syariah tingkat nasional.

Rekor tersebut tidak lahir dari persiapan menjelang perlombaan semata. Kepala MAN 2 Kota Malang Dr H Samsudin MPd mendorong pembinaan peserta didik sebagai bagian dari penguatan prestasi akademik madrasah. Persiapan dilakukan melalui pendampingan guru dan latihan yang diarahkan pada kebutuhan kompetisi.

Pada persiapan ISFO sebelumnya, latihan bahkan dilakukan hampir setiap hari bersama guru pembina. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teori ekonomi syariah, tetapi juga kemampuan analitis, debat, presentasi, serta latihan menghadapi karakter soal dan format pertandingan.

Pola tersebut membuat pembinaan tidak sekadar mengejar kemampuan menjawab soal. Siswa juga dilatih untuk mengolah informasi, membangun argumentasi, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas.

Samsudin menyebut keberhasilan tim tahun ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur madrasah, termasuk guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dukungan orang tua.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga MAN 2 Kota Malang. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat mutu akademik, meningkatkan inovasi pembelajaran, serta menyiapkan peserta didik yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.

Ia menilai capaian prestasi harus dibangun melalui proses pendidikan yang kuat. Madrasah, menurutnya, tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi juga perlu memiliki visi pendidikan yang tajam dan mampu merespons perubahan zaman.

Penguatan prestasi tersebut berjalan seiring dengan komitmen MAN 2 Kota Malang terhadap program prioritas Kementerian Agama. Samsudin menekankan pentingnya layanan pendidikan yang moderat, inklusif, serta berorientasi pada masa depan umat dalam berbagai kebijakan madrasah.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk terus semangat menimba ilmu dan mengharumkan nama madrasah,” lanjutnya.

ISFO 2026 turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. serta Menteri Koperasi Dr. Ferry Joko Juliantono, SE, Ak., M.Si.