JATIMTIMES - Bibir kering hingga pecah-pecah menjadi salah satu keluhan yang bisa muncul saat cuaca panas dan musim kemarau. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bibir yang kehilangan kelembapan dapat terasa perih, mengelupas, bahkan mengeluarkan darah jika retakannya semakin dalam.
Aktivitas di luar ruangan saat matahari terik, paparan angin, hingga kebiasaan kurang minum dapat memperburuk kondisi tersebut. Karena itu, menjaga kelembapan bibir tidak cukup hanya dengan mengoleskan pelembap ketika terasa kering, tetapi juga perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari.
Dilansir dari Cleveland Clinic dan NHS Wales, bibir pecah-pecah dapat dipicu oleh cuaca panas atau kering, paparan sinar matahari, dehidrasi, serta kebiasaan menjilat bibir. Lantas, mengapa kondisi ini lebih mudah terjadi saat kemarau dan bagaimana cara mengatasinya?
Alasan Bibir Mudah Pecah-Pecah saat Kemarau
Bibir memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kulit di bagian tubuh lainnya. Kulit bibir lebih tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak seperti sebagian besar kulit tubuh, sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan.
Saat kemarau, paparan sinar matahari dan kondisi udara yang kering dapat memperburuk hilangnya kelembapan tersebut. Akibatnya, bibir terasa kasar, tertarik, bersisik, hingga muncul retakan.
Selain faktor cuaca, ada beberapa penyebab lain yang perlu diperhatikan.
1. Kekurangan cairan atau dehidrasi
Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Jika cairan yang masuk tidak mencukupi, seseorang berisiko mengalami dehidrasi yang salah satu tandanya adalah bibir dan mulut terasa kering.
Kondisi ini dapat disertai rasa haus, urine berwarna kuning pekat, frekuensi buang air kecil berkurang, serta tubuh terasa lemas atau pusing.
Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan mencegah bibir semakin kering.
2. Terlalu sering terpapar sinar matahari
Bukan hanya kulit wajah dan tangan yang membutuhkan perlindungan dari sinar matahari. Bibir juga dapat mengalami kerusakan akibat paparan ultraviolet (UV).
Jika terlalu lama berada di luar ruangan tanpa perlindungan, bibir bisa menjadi kering, kemerahan, terasa panas, hingga mengelupas. Paparan matahari berulang juga dapat memicu peradangan pada bibir.
3. Kebiasaan menjilat bibir
Ketika bibir terasa kering, sebagian orang secara spontan menjilatnya agar terasa lembap. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperburuk keadaan.
Air liur memang membuat bibir terasa basah untuk sementara. Setelah menguap, kelembapan ikut berkurang dan bibir dapat menjadi semakin kering. Jika dilakukan berulang kali, kulit bibir juga lebih mudah mengalami iritasi.
4. Penggunaan produk bibir yang memicu iritasi
Tidak semua lip balm, lipstik, atau produk perawatan bibir cocok untuk setiap orang. Kandungan pewangi, perasa, serta bahan tertentu dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.
Jika bibir justru terasa panas, perih, atau semakin kering setelah menggunakan produk tertentu, sebaiknya hentikan pemakaiannya sementara dan pilih produk dengan formula yang lebih sederhana.
5. Kebiasaan mengelupas kulit bibir
Kulit bibir yang mengelupas terkadang terasa mengganggu sehingga ingin ditarik atau digigit. Padahal, tindakan tersebut dapat merusak lapisan kulit yang sedang pulih.
Akibatnya, luka bisa semakin lebar, terasa nyeri, bahkan berdarah. Biarkan kulit mengelupas secara alami sambil menjaga kelembapannya.
Cara Mengatasi Bibir Pecah-Pecah saat Kemarau
Bibir kering umumnya dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, langkah yang dilakukan harus tepat agar iritasi tidak semakin parah.
1. Gunakan lip balm secara rutin
Oleskan pelembap bibir beberapa kali sehari, terutama setelah makan atau minum, sebelum beraktivitas di luar ruangan, dan sebelum tidur.
Pilih produk yang mengandung petrolatum atau petroleum jelly, mineral oil, ceramide, maupun bahan pelembap lain yang sesuai. Jika bibir sedang pecah-pecah, utamakan produk tanpa pewangi dan bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi.
Menurut American Academy of Dermatology, petroleum jelly dapat membantu merawat kulit kering, termasuk bibir, dengan menjaga kelembapan dan mendukung pemulihan lapisan kulit.
2. Cukupi kebutuhan air putih
Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum, terutama ketika cuaca sedang panas atau aktivitas membuat tubuh banyak berkeringat.
Minumlah secara berkala sepanjang hari dan sesuaikan asupan cairan dengan aktivitas serta kondisi tubuh. Jika mengalami muntah atau diare, kebutuhan penggantian cairan juga perlu diperhatikan.
Meski demikian, bibir pecah-pecah tidak selalu berarti seseorang mengalami dehidrasi. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh paparan matahari, iritasi, atau kebiasaan tertentu.
3. Pilih lip balm yang mengandung SPF
Jika sering beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelembap bibir dengan perlindungan terhadap sinar matahari. Produk dengan SPF 30 atau lebih dapat menjadi pilihan untuk membantu melindungi bibir dari paparan UV.
Aplikasikan sebelum keluar rumah dan ulangi pemakaian secara berkala, khususnya setelah makan, minum, atau mengusap bibir.
4. Hindari menjilat dan menggigit bibir
Usahakan menghentikan kebiasaan menjilat bibir meskipun terasa kering. Sebagai gantinya, segera oleskan pelembap bibir ketika mulai terasa tertarik atau kasar.
Hindari pula menggigit, menarik, atau menggosok kulit yang mengelupas. Cara tersebut dapat memperlambat pemulihan dan meningkatkan risiko luka.
5. Batasi paparan langsung sinar matahari
Saat cuaca terik, gunakan topi bertepi lebar atau cari tempat berteduh untuk mengurangi paparan matahari langsung. Perlindungan ini dapat membantu mencegah bibir mengalami iritasi akibat sinar UV.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, kombinasikan perlindungan fisik dengan penggunaan lip balm ber-SPF.
6. Perhatikan makanan dan produk yang digunakan
Ketika bibir sedang meradang atau retak, makanan pedas, asin, dan asam dapat menimbulkan rasa perih. Mengurangi makanan tersebut untuk sementara dapat membantu meningkatkan kenyamanan.
Periksa pula produk bibir yang digunakan. Apabila keluhan muncul setelah mengganti lip balm atau lipstik, hentikan produk yang dicurigai sebagai pemicu.
Kapan Bibir Pecah-Pecah Perlu Diperiksakan?
Bibir pecah-pecah biasanya membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, kondisi ini tidak boleh terus diabaikan jika keluhan menetap atau semakin berat.
Segera pertimbangkan pemeriksaan ke dokter apabila bibir mengalami pembengkakan, kemerahan yang nyata, terasa panas, sangat nyeri, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi.
Luka yang tidak kunjung sembuh, perdarahan berulang, maupun keluhan yang terus muncul meskipun sudah menggunakan pelembap juga perlu diperiksa. Penyebabnya bisa berkaitan dengan iritasi, alergi, kondisi kulit tertentu, atau masalah kesehatan lainnya.
Jika bibir kering disertai rasa haus berlebihan, urine sangat sedikit atau berwarna pekat, pusing, maupun tubuh terasa lemah, perhatikan kemungkinan dehidrasi. Gejala dehidrasi berat, seperti kebingungan atau sulit dibangunkan, membutuhkan pertolongan medis segera.
Bibir pecah-pecah saat kemarau tidak hanya disebabkan oleh kurang minum. Paparan sinar matahari, udara kering, kebiasaan menjilat bibir, serta penggunaan produk yang memicu iritasi juga dapat berperan.
Untuk mengatasinya, jaga asupan cairan, gunakan pelembap bibir secara rutin, lindungi bibir dari sinar UV, dan hindari kebiasaan mengelupas kulit bibir. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.



