JATIMTIMES — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur (Jatim) harus menjadi momentum evaluasi mendasar terhadap kualitas pembangunan daerah. Demikian disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr Puguh Wiji Pamungkas MM, sebagai refleksi bertambahnya usia Jatim.

Puguh menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,33 persen tidak boleh berhenti sebagai angka statistik semata, melainkan harus menyentuh sektor-sektor riil seperti UMKM, pertanian, hingga kawasan tertinggal dan kepulauan.

Puguh menilai tema peringatan tahun ini, “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”, mengandung pesan moral bahwa hasil pembangunan tidak boleh hanya dirasakan di pusat-pusat kota atau menyisakan ketimpangan antarwilayah.

“Ukuran keberhasilan Jawa Timur bukan hanya tingginya nilai investasi atau banyaknya proyek fisik yang dibangun. Ukuran utamanya adalah apakah anak-anak memperoleh pendidikan layak, keluarga mendapatkan layanan kesehatan, petani dan nelayan hidup lebih sejahtera, serta warga di desa, kepulauan, dan kawasan tertinggal merasakan manfaat pembangunan yang sama,” ujar Puguh, Senin (12/10/2026).

Sekretaris Fraksi PKS ini menggarisbawahi bahwa kekuatan ekonomi Jatim sangat bergantung pada ketahanan UMKM dan sektor pertanian. Penguatan modal usaha murah seperti program Prokesra dengan bunga 3 persen perlu diperluas agar menjangkau pelaku usaha mikro di pelosok yang belum tersentuh akses perbankan (bankable).

Di sisi lain, sektor pertanian dan perikanan harus didorong agar memberikan nilai tambah langsung pada pendapatan petani dan nelayan, bukan sekadar menjaga status daerah sebagai lumbung pangan.

Puguh juga memberikan perhatian khusus pada kondisi ketenagakerjaan dan kemiskinan di Jawa Timur. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 3,55 persen per Februari 2026, baru 35,56 persen penduduk bekerja yang terserap di sektor formal. Sementara itu, angka kemiskinan masih mencakup 3,876 juta jiwa.

“Pekerjaan rumah terbesar kita bukan hanya menurunkan pengangguran terbuka, melainkan memperluas kesempatan kerja yang layak, produktif, dan terlindungi. Pertumbuhan ekonomi harus benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan rumah tangga,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan Malang Raya tersebut.

Untuk menopang pembangunan sumber daya manusia, Puguh mendorong penguatan akses pendidikan dan kesehatan yang merata hingga ke daerah pelosok. Di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya sinergi SMK dan lembaga vokasi dengan dunia industri, UMKM, dan pertanian modern guna mencetak lulusan terampil dan wirausaha baru.

Sementara di sektor kesehatan, perbaikan fasilitas Puskesmas, Posyandu, serta pemangkasan waktu tunggu rujukan medis bagi warga kepulauan menjadi prioritas yang harus diukur dari hasil konkretnya.

Di bidang perlindungan sosial, ia meminta pemerintah daerah mengintegrasikan pendataan keluarga prasejahtera, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan agar penyaluran bantuan tepat sasaran tanpa kerumitan birokrasi. Menurutnya, tata kelola bantuan sosial harus transparan dan rutin diverifikasi di tingkat desa dan kelurahan.

Mengenai infrastruktur, Puguh mengingatkan Pemprov Jatim agar tidak hanya mengejar proyek baru, tetapi juga memprioritaskan pemeliharaan jalan, sarana irigasi, serta pemerataan jaringan internet hingga ke kawasan terpencil dan kepulauan guna mendukung pertumbuhan ekonomi warga.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus memperhatikan ketahanan terhadap bencana alam serta kelestarian lingkungan dan kebudayaan lokal.

“Pada Hari Jadi ke-81 ini, mari kita jadikan komitmen ‘Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan’ sebagai kontrak pelayanan yang nyata. Setiap rupiah APBD harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pendidikan yang lebih baik, kesehatan yang dekat, pekerjaan yang layak, serta pembangunan yang merata bagi seluruh warga Jawa Timur,” pungkasnya.