JATIMTIMES - Heri Mursid Brotosejati kembali dipercaya memimpin Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang. Kepercayaan tersebut diberikan dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Kota Malang yang digelar di Dapur Kota, Sabtu (10/10/2026). 

Namun terpilihnya Heri Mursid justru tak mudah, karena saat ini ia memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperkuat pembinaan atlet hingga meningkatkan prestasi di tengah persaingan bulu tangkis Jawa Timur yang semakin ketat.

Usai kembali dipercaya menakhodai organisasi, Heri langsung menyoroti pentingnya pembenahan internal dan evaluasi program pembinaan. Ia ingin komunikasi dengan pengurus klub serta pelatih semakin intensif agar persiapan atlet lebih terarah dan capaian medali pada berbagai kejuaraan dapat meningkat.

"Ya, tentunya secara internal organisasi kita perbaiki dengan meningkatkan interaksi intens dengan para pengurus kow dan pelatihan, kita evaluasi lagi supaya perolehan medali untuk kejuaraan ke depan akan lebih baik terus dan juga untuk program event-event tentunya kita ingin yang lebih meriah lagi," kata Heri.

Tak hanya membenahi organisasi, Heri juga memasang target bagi kontingen Kota Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Ia berharap PBSI Kota Malang setidaknya mampu menembus empat besar, meski mengakui persaingan menuju podium bakal semakin berat.

"Iya, kita minimal bisa masuk 4 besar lah, karena kita lihat petanya ini makin berat juga khususnya untuk ke depan," tegas Heri.

Menurut Heri, tantangan terbesar terletak pada kualitas atlet dari daerah pesaing yang telah memiliki rekam jejak di tingkat nasional. Surabaya, misalnya, berpotensi menurunkan pemain-pemain yang pernah menjuarai Sirkuit Nasional (Sirnas) maupun kejuaraan nasional. Kondisi tersebut membuat persaingan tak cukup dihadapi dengan persiapan biasa, tetapi membutuhkan pemetaan kekuatan lawan secara cermat.

"Sehingga kayak kita sudah dapat info, Surabaya akan menurunkan siapa, mereka ngambil dari atlet-atlet juara Sirnas, ngambil dari juara-juara nasional yang sudah berprestasi di tingkat nasional, lah tentunya persaingannya kan sangat berat di situ," ungkap Heri.

Heri menilai, bulu tangkis merupakan cabang olahraga yang sangat bergantung pada keterampilan atlet. Karena itu, konsistensi latihan, kualitas teknik, dan kesiapan menghadapi lawan menjadi faktor penting untuk menentukan hasil pertandingan.

Di tengah ketatnya persaingan, PBSI Kota Malang akan berupaya mencari celah pada nomor pertandingan yang memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan medali. Heri membuka kemungkinan memprioritaskan nomor perorangan, terutama ganda putra dan ganda putri, apabila persaingan beregu dinilai lebih sulit ditembus.

"Ya, tentunya kita dalam hal ini saya sendiri akan membaca peta dengan mengambil celah yang masih mungkin. Untuk misalnya kalau beregu berat, nah perorangan itu masih ada celah di mungkin di ganda putra atau di ganda putri, nanti kita pelajari di situ, sehingga kita fokuskan pada satu nomor kategori supaya bisa ada peluang untuk medali," beber Heri.

Selain mengejar prestasi atlet, Heri juga ingin meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis di Kota Malang. Ia membuka peluang untuk menghadirkan turnamen dengan level Badminton World Federation (BWF) yang lebih tinggi, sepanjang mendapat izin dari PBSI pusat dan didukung fasilitas yang memenuhi standar.

"Ya, sepanjang nanti PBSI Jakarta mengizinkan, kita akan upayakan event-event yang besar bisa ditaruh di Kota Malang," harap Heri.

Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala infrastruktur. Heri menyebut, venue yang tersedia di Kota Malang belum memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan turnamen dengan level lebih tinggi, seperti kompetisi kategori BWF 300 maupun 500.

"Kayaknya kalau untuk 500, 300 venue-nya ya, karena syarat venue di Malang untuk infrastruktur belum ada yang memenuhi standar," kata Heri.

Untuk sementara, penyelenggaraan turnamen level BWF 100 maupun kejuaraan nasional dinilai lebih memungkinkan. Heri juga menyinggung peluang menggelar Sirnas di Kota Malang, yang hingga kini belum pernah terlaksana.

Upaya menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas diharapkan dapat memberi ruang bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kekuatan menghadapi pemain dari daerah lain. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada Porprov, tetapi juga diarahkan untuk mendorong daya saing atlet di level nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengprov PBSI Jawa Timur Syaiful Imaduddin mengingatkan bahwa pembinaan bulu tangkis tidak semestinya hanya berfokus pada pencapaian prestasi. Menurut dia, organisasi juga perlu memikirkan masa depan atlet setelah masa kompetitif mereka berakhir, termasuk membuka peluang karier di bidang lain.

Syaiful mencontohkan jalur prestasi untuk masuk kepolisian. Ia menyebut, delapan atlet Pelatihan Provinsi (Pelatprov) Jawa Timur telah masuk kepolisian melalui jalur tersebut pada tahun sebelumnya. Tahun ini, peluang serupa diharapkan kembali terbuka bagi delapan atlet.

"Ketua umum kita ini adalah dari Kepolisian. Nah, tahun lalu ada 8 atlet pelatprov Jawa Timur yang akhirnya bisa masuk polisi melalui jalur prestasi di pelatprov, dan tahun ini InsyaAllah polres ini akan ada 8 lagi yang akan diproyeksikan supaya bisa masuk di Kepolisian," kata Syaiful.

Selain jalur kedinasan, Syaiful melihat peluang bagi mantan atlet Indonesia untuk berkarier sebagai pelatih di luar negeri, termasuk di China. Ia menyebut, sejumlah atlet yang telah mengakhiri fase mengejar prestasi kini beralih menjadi pelatih dan memperoleh penghasilan yang relatif besar.

"Dan Alhamdulillah di sana juga gajinya juga lumayan, lumayan cukup besar, dari Rp20 juta sampai ada yang sampai 60 sampai 70 juta," ungkap Syaiful.

Menurut Syaiful, peluang tersebut perlu dimanfaatkan agar atlet tetap memiliki prospek setelah tidak lagi aktif berkompetisi. Dengan dukungan organisasi dan akses karier yang lebih luas, pembinaan diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menyiapkan masa depan mereka setelah meninggalkan arena pertandingan.

"Nanti peluang-peluang dunia pelatih ini juga bisa kita manfaatkan untuk anak-anak kita yang memang juga selesai untuk mengejar prestasinya," tukas Syaiful.