JATIMTIMES - Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam ratusan gempa bumi yang terjadi pada periode awal Oktober 2026. Dari ratusan gempa bumi tersebut, sebagian turut dirasakan di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya selama dua hari beruntun.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menyebut, ratusan gempa bumi yang terekam pada awal Oktober tersebut tercatat dalam sepekan ke belakang sejak tanggal 2 Oktober 2026. "Pada periode 2-8 Oktober 2026 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 122 kejadian gempa bumi," tuturnya kepada JatimTIMES.
Ricko menyebut, tidak semua peristiwa gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia. Di mana, dari ratusan gempa bumi yang terekam pada awal Oktober tersebut juga hanya sebagian yang dapat dirasakan secara langsung di wilayah Jatim dan sekitarnya.
"Pada awal bulan ini (Oktober 2026, red) terdapat dua kejadian gempa bumi yang dirasakan," imbuhnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, dua gempa bumi tektonik yang dapat dirasakan secara langsung di wilayah Jatim dan sekitarnya pada awal Oktober tersebut terjadi dalam dua hari beruntun. Pertama, kejadian gempa bumi tektonik terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026 pada pukul 09:16 WIB di wilayah Lumajang, Jawa Timur.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa bumi yang dirasakan di Lumajang tersebut berada pada skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Di mana, dampak gempa bumi yang dirasakan di Lumajang tersebut berupa getaran yang dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk yang berlalu.
Selain di Lumajang, guncangan gempa bumi pada saat itu juga dirasakan di Blitar, Malang, dan Jember. Dampak guncangan gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut, berada pada skala intensitas II MMI. Di mana, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara untuk gempa bumi selanjutnya yang juga dapat dirasakan secara langsung pada awal Oktober 2026 tersebut terjadi pada sehari sebelumnya yakni pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 19:36 WIB. Pada saat itu, gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Malang, Jawa Timur.
Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di Malang tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif di bawah laut. "Artinya, gempa bumi yang terjadi di Malang tersebut tidak berkaitan dengan yang terjadi di Lumajang," jelas Ricko.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang tersebut turut dirasakan di wilayah Malang dan Lumajang dengan skala intensitas III MMI. Sementara untuk guncangan yang dirasakan pada sejumlah wilayah meliputi Tulungagung, Blitar, dan Jember berada pada skala intensitas II MMI.
"Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi yang dirasakan pada periode ini (awal Oktober 2026, red) tidak berpotensi tsunami," pungkasnya.



