JATIMTIMES - Arema FC menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026). Sempat tertinggal dua gol, Singo Edan mampu bangkit dan menutup pertandingan dengan skor imbang 2-2, salah satunya berkat gol penyerang asal Nigeria, Samuel Otusanya.

Hasil tersebut memang belum sesuai harapan Arema FC yang membidik tiga poin di kandang sendiri. Namun, bagi pelatih Marcos Santos, kemampuan timnya keluar dari tekanan dan mengejar ketertinggalan menjadi gambaran karakter para pemain yang tidak mudah menyerah.

Marcos menilai perjuangan anak asuhnya pada babak kedua menunjukkan bahwa Arema FC masih mampu memberikan perlawanan meski berada dalam situasi sulit.

"Ini menunjukkan bahwa Arema adalah tim yang mampu bangkit, tidak menyerah, dan tidak menerima kekalahan, ini mentalitas," kata Marcos.

Perjalanan Arema FC dalam pertandingan tersebut memang tidak berjalan mulus. Tuan rumah harus kebobolan dua gol pada 10 menit pertama babak pertama sehingga berada dalam posisi sulit sejak awal laga.

Situasi semakin menantang karena Marcos tidak dapat menurunkan komposisi pemain secara lengkap. Gelandang bertahan Alfeandra Dewangga dan Betinho harus absen, membuat Arema FC perlu mencari cara untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengejar ketertinggalan.

Marcos pun tidak berusaha menghindar dari tanggung jawab atas penampilan timnya pada babak pertama. Pelatih asal Brasil tersebut secara terbuka mengakui bahwa performa yang kurang maksimal pada paruh pertama pertandingan menjadi tanggung jawabnya.

Karena itu, jeda turun minum dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama para pemain. Marcos mengajak anak asuhnya mengevaluasi permainan sekaligus mencari solusi agar Arema FC bisa memperbaiki keadaan.

Hasilnya mulai terlihat setelah pertandingan memasuki babak kedua. Arema FC tampil lebih agresif, meningkatkan tekanan terhadap pertahanan lawan, dan perlahan mengambil alih kendali permainan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Bahkan, Marcos menilai anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan. Sayangnya, sejumlah kesempatan yang tercipta belum mampu menghasilkan gol tambahan.

"Dan kami juga hampir saja membalikkan keadaan lewat beberapa peluang yang tercipta," ujarnya.

Meski mengapresiasi semangat juang para pemain, Marcos tetap mengakui bahwa hasil imbang di kandang sendiri bukanlah sesuatu yang diinginkan. Arema FC datang ke pertandingan dengan target meraih kemenangan di hadapan Aremania dan Aremanita.

Selain menyoroti performa tim, Marcos juga mempertanyakan keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) yang tidak memberikan penalti kepada Arema FC atas dugaan handball pemain Bhayangkara FC di dalam kotak penalti.

Menurutnya, tangan pemain lawan berada dalam posisi terbuka atau aktif ketika bola menyentuhnya. Marcos pun menilai insiden tersebut layak mendapatkan perhatian dari perangkat pertandingan.

Meski demikian, ia tidak ingin mengabaikan perjuangan para pemain yang terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga peluit akhir pertandingan.

"Meski begitu saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak menyerah untuk mengejar ketertinggalan dan terus menyerang," ucapnya.

Di sisi lain, hasil imbang melawan Bhayangkara FC menjadi momen tersendiri bagi Samuel Otusanya. Penyerang berkewarganegaraan Nigeria itu merasa bahagia karena berhasil mencetak gol perdana di hadapan Aremania dan Aremanita di Stadion Kanjuruhan.

Gol tersebut sekaligus membantu Arema FC terhindar dari kekalahan setelah sempat tertinggal dua gol. Bagi Samuel, dukungan suporter dan perjuangan rekan setim menjadi bagian penting dari upaya tim untuk bangkit pada babak kedua.

Samuel mengungkapkan bahwa arahan dan motivasi Marcos saat jeda pertandingan turut mengangkat kepercayaan diri para pemain. Pesan dari pelatih membuat tim kembali optimistis untuk memperbaiki keadaan dan berjuang mendapatkan hasil terbaik.

Semangat itu kemudian dibawa ke lapangan hingga permainan Arema FC mengalami peningkatan setelah turun minum.

"Kami tidak puas tetapi ini menunjukkan level kompetisi dan level tim, dengan begitu kami terus berjuang," ucap penyerang berkewarganegaraan Nigeria ini.

Samuel mengakui hasil akhir tersebut belum sepenuhnya memuaskan. Kendati demikian, ia melihat perjuangan Arema FC untuk bangkit sebagai bukti bahwa tim memiliki kemampuan untuk terus bersaing meski menghadapi tekanan.

Secara pribadi, mencetak gol di Stadion Kanjuruhan menjadi pengalaman istimewa bagi Samuel. Apalagi, gol tersebut lahir di hadapan pendukung Arema FC dan membantu tim mengamankan satu poin dari pertandingan yang sempat berjalan sulit. "Mencetak gol di stadion ini merupakan sesuatu yang luar biasa," ujarnya.