Saturday, 19 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Jelang Arema FC vs Persik, Panpel Pilih Langkah Hati-hati soal Suporter Tamu

BAGIKAN:

JATIMTIMES - Laga Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026), bakal menjadi salah satu ujian penting di tengah mulai terbukanya kembali akses bagi suporter tamu untuk hadir langsung di stadion.

Derbi Jawa Timur tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB. Namun, meski regulasi mengenai kehadiran suporter away mulai mendapatkan ruang, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC memilih mengambil langkah hati-hati dengan mengimbau pendukung Persik Kediri untuk tidak datang ke Stadion Kanjuruhan pada pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 tersebut.

Baca Juga : Atasi Kebutuhan Anggaran PON, Komisi E DPRD Jatim Gagas Skema Dana Cadangan Olahraga

Ketua Panpel Arema FC atau Club Match Organizer Chairman (CMOC), Bram Hady Sulton, mengatakan keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk menutup pintu bagi suporter tamu. Menurutnya, keterbukaan terhadap suporter away merupakan perkembangan positif bagi sepak bola Indonesia, tetapi penerapannya membutuhkan kesiapan yang tidak sederhana.

"Kami sangat menyambut baik arah kebijakan regulator yang mulai memperbolehkan suporter tamu untuk hadir. Namun, kita semua harus realistis bahwa implementasi di lapangan membutuhkan proses adaptasi dan pematangan yang matang dari semua lini," ujar Bram Hady Sulton.

Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting karena pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri memiliki karakter berbeda dibanding laga biasa. Status sebagai Derbi Jatim membuat tensi pertandingan berpotensi lebih tinggi, sehingga kesiapan seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar kebijakan baru mengenai suporter away tidak justru memunculkan persoalan di lapangan.

Bram pun meminta pendukung Persik Kediri untuk sementara menahan diri. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas yang selama ini telah dibangun sekaligus memberikan waktu kepada seluruh pihak untuk menyiapkan mekanisme penerimaan suporter tamu secara lebih matang.

"Langkah ini kita ambil bersama demi kebaikan yang lebih besar, sembari kita mematangkan mekanisme penyambutan suporter tamu di masa depan," imbuhnya.

Persiapan pengamanan pertandingan juga terus dilakukan Panpel Arema FC. Koordinasi tidak hanya menyasar unsur keamanan, tetapi juga kelompok suporter yang memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antarsuporter

Panpel secara intensif berkomunikasi dengan Presidium Aremania Utas, khususnya divisi yang membidangi hubungan antar-suporter. Kepolisian juga dilibatkan untuk memastikan skema pengamanan pertandingan berjalan sesuai prosedur.

"Kami terus membuka ruang dialog dan berkoordinasi melekat dengan teman-teman Presidium Aremania Utas, khususnya divisi yang membidangi hubungan antar-suporter. Komunikasi dengan pihak kepolisian juga berjalan sangat baik untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan sesuai standar," tambah Bram.

Baca Juga : Angkat Budaya Kearifan Lokal dan Perkuat Kolaborasi Seni, Warnai Puncak RRI Fest 2026

Bagi Panpel Arema FC, proses menuju normalisasi kehadiran suporter tamu tidak cukup hanya dengan perubahan regulasi. Ada tahapan adaptasi yang harus dijalani bersama, termasuk membangun kesiapan antarsuporter, klub, panpel, aparat keamanan, hingga pihak terkait lainnya.

Di sisi lain, penjualan tiket pertandingan Arema FC versus Persik Kediri telah dibuka sejak pekan lalu. Panpel berharap pertandingan tersebut tetap menjadi momentum bagi Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan kedewasaan sebagai tuan rumah.

Bram bahkan menaruh harapan besar kepada suporter Arema agar ikut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.

"Kami sangat optimis Aremania mampu menjalankan peran sebagai tuan rumah yang bijak. Mari kita jaga bersama ketertiban ini, hargai proses transisi regulasi ini, dan penuhi stadion dengan energi positif untuk mendukung tim. Ketertiban kita adalah cermin kesiapan kita untuk sepak bola yang lebih maju," tutupnya.

Pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri akhirnya bukan hanya soal perebutan tiga poin di lapangan. Laga ini juga menjadi ruang untuk melihat sejauh mana kesiapan sepak bola Indonesia memasuki fase baru dalam penerapan kehadiran suporter away.

Bagi Panpel Arema FC, kehati-hatian pada laga kali ini diharapkan tidak dipandang sebagai kemunduran. Sebaliknya, keputusan tersebut menjadi bagian dari proses menuju sistem pertandingan yang lebih terbuka, tetapi tetap aman dan terkendali.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Hendra Saputra

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

A Yahya

Terverifikasi Dewan Pers