JATIMTIMES - Kondisi Pasar Besar Malang pascakebakaran 28 September lalu mendorong pedagang dan Pemkot Malang mengambil langkah cepat. Penanganan jangka pendek disepakati untuk mengatasi sejumlah persoalan yang dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut.

Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan antara pedagang dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, beberapa waktu lalu. Fokusnya menyasar sejumlah bagian pasar yang dinilai rawan, mulai instalasi listrik hingga saluran air.

Ketua Himpunan Pasar Besar Malang (Hippama) Masrul Zaini mengatakan, langkah tersebut diperlukan sembari menunggu pembahasan penanganan jangka panjang. Menurutnya, kondisi sejumlah fasilitas Pasar Besar sudah semakin memprihatinkan.

"Terutama untuk penanganan instalasi listrik karena sudah sering korsleting. Selain itu gorong-gorong dan atap," ungkap Masrul.

Dia menyebut, persoalan tersebut sebelumnya kerap menemui jalan buntu dalam pembahasan antara kelompok pedagang dan pemerintah. Karena itu, kesepakatan penanganan jangka pendek dinilai menjadi titik temu baru.

Dalam kesepakatan tersebut, penanganan awal tidak langsung menggunakan APBD. Diskopindag akan lebih dulu mengajukan kebutuhan anggaran kepada Wali Kota Malang untuk bagian yang membutuhkan pembiayaan pemerintah.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi membenarkan perlunya penanganan cepat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah instalasi listrik yang kondisinya dinilai tidak beraturan. "Ada kabel-kabel yang tidak sesuai standar," ucapnya.

Masalah lain terdapat pada atap dan saluran air. Kondisi atap yang sudah tidak layak membuat sejumlah bagian pasar kerap bocor ketika hujan. Sementara saluran air yang bermasalah juga berulang kali menyebabkan luapan hingga banjir.

Karena itu, pemerintah bersama pedagang sepakat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hasil inspeksi nantinya menjadi dasar untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki secara mandiri maupun yang membutuhkan dukungan anggaran.

Ada lima langkah yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Yakni inspeksi atap bagian atas, rehabilitasi instalasi listrik, pembersihan area dalam pasar, perbaikan saluran atau gorong-gorong, serta rehabilitasi area yang terdampak kebakaran.

"Pekan depan kami lakukan inspeksi terlebih dulu," tutur Eko.

Inspeksi tersebut akan digunakan untuk memetakan kondisi aktual fasilitas Pasar Besar. Setelah itu, perbaikan jangka pendek akan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan.

Namun, langkah tersebut belum menyentuh rencana penanganan jangka panjang Pasar Besar. Eko menyebut pembahasan terkait arah penanganan permanen belum menjadi bagian dari pertemuan tersebut.

"Tapi kalau listrik dan saluran ini perbaikannya membutuhkan APBD. Jadi kita kerjakan dulu penanganan jangka pendek secara mandiri," tegas Eko.