JATIMTIMES - AIESEC in UNEJ memberikan pengalaman luar biasa bagi lima mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jember melalui proyek Scale Up di negara Filipina. Proyek Scale Up merupakan bagian dari program Global Volunteer yang mengantarkan lima mahasiswa dari Universitas Jember, yaitu Frans, Dayinta, Celine, Yasinda, Rifqi.
Mereka mengikuti kegiatan partnership di NGO Filipina untuk dapat memberikan kontribusi dan dampak positif bagi siswa-siswi dan staff Young Focus, serta saling bertukar cerita budaya dari masing-masing negara.
Kegiatan Scale Up melatih kami semua untuk mengasah segala talenta yang kami miliki, agar dapat menjadi alat kontribusi dalam kegiatan volunteer yang dilaksanakan. Kami juga bertemu dengan banyak nya hal-hal baru, yang membuat kami semangat dalam menjalankan masa-masa volunteer. Kami bertemu dengan anggota volunteer lain dari latar belakang universitas dan negara yang berbeda, dimana itu menjadi pondasi penting dalam kesuksesan project yang kami laksanakan. Bertemu dengan staff yang sangat welcome dan mau berdiskusi bersama, membuat kami merasa Young Focus sebagai rumah kami selama volunteer ini. Bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam latar belakang, membuat kami ingin mengenal lebih jauh masyarakat disana. Satu kalimat yang mungkin bisa menggambarkan keseruan yang kami dapat disana, “Sekalipun kita memiliki kesamaan dari bentuk wajah dan kesamaan di beberapa kata, tetapi banyak hal baru yang kami pelajari pula selama hampir 6 minggu di Filipina.” Intinya tidak ada keseruan yang tidak kami rasakan selama kami berada disana.
Selain aktif di kelas, Frans juga dilibatkan dalam perancangan kegiatan malam kebersamaan (night activity) bersama seluruh staff Young Focus—sebuah momen yang dirancang untuk mempererat hubungan antara volunteer internasional, staff lokal, dan komunitas di sekitar Young Focus. Bersama tim staff, Frans duduk berdiskusi merumuskan konsep acara: mulai dari sesi ice breaking, penampilan budaya sederhana, hingga sesi refleksi bersama untuk saling berbagi cerita tentang pengalaman selama program berlangsung. Tidak jarang diskusi ini berlangsung hingga larut, karena setiap staff ingin memastikan acara benar-benar mencerminkan semangat kekeluargaan yang menjadi nilai utama Young Focus.
"Prosesnya seru, karena kami harus menyesuaikan ide dari berbagai latar belakang budaya. Staf lokal punya kearifan mereka sendiri tentang bagaimana membuat acara terasa hangat dan personal, sementara saya mencoba membawa perspektif baru dari pengalaman organisasi di Indonesia," kenang Frans.
Malam kebersamaan itu akhirnya terlaksana dengan meriah. Tawa, nyanyian, dan cerita mengalir sepanjang acara—menjadi pengingat bahwa di balik agenda kerja dan target program, ada hubungan manusiawi yang tumbuh dari kerja sama lintas negara dan budaya ini.
Ada keseruan, pasti ada pula tantangan yang dihadapi. Tidak pas rasanya jika tidak ada tantangan yang dihadapi, terutama didalam bahasa yang digunakan. Tidak semua anak-anak di Young Focus mampu berbahasa inggris secara baik, itu pula menjadi kendala dari penyampaian informasi dari kami sebagai anggota volunteer. Perbedaan bahasa mungkin menjadi tantangan yang penting tetapi tantangan cuaca juga tidak kalah penting untuk dihadapi. Selama 6 minggu kami disana, kami menghadapi yang nama nya hujan lebat dan banjir. Dimana itu menjadi penghambat kami dalam proses kegiatan volunteer. Tetapi itu menjadi momen yang tidak terlupakan, “Kapan lagi ya, banjir tapi di negara orang” - Frans Pangaribuan, 2026.

(Foto: AIESEC in UNEJ memberikan pengalaman luar biasa bagi lima mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jember melalui proyek Scale Up di negara Filipina (Foto: AIESEC UNEJ for Jatimtimes)
Exchange Participant Global Volunteer, Frans Pangaribuan, menyampaikan bahwa Perjalanan selama enam minggu dalam program Global Volunteer memberikan kesan mendalam sekaligus ruang bertumbuh yang signifikan bagi Frans Pangaribuan. Selama menjalankan misi sosialnya, ia tidak hanya dihadapkan pada tantangan lapangan yang memperkaya perspektif hidup, tetapi juga kesempatan nyata untuk mengasah keterampilan non teknis dan membangun kepekaan sosial.
“Secara keseluruhan, 6 minggu yang kami dapatkan semua nya seru dan berkesan. Banyak hal-hal baru yang kami pelajari dan terlebih kami belajar untuk selalu bersyukur dalam hidup. Intinya projek ini sangat berguna bagi kami semua, dan sangat cocok bagi yang ingin mengembangkan soft skill yang dimiliki,” ujarnya.
Sejalan dengan Frans Pangaribuan, Local Committee Vice President of Outgoing Exchange 26.27, Khalisya Aybra Putri, menyampaikan bahwa mahasiswa dapat memanfaatkan pengalaman Global Volunteer untuk membuatnya menjadi lebih profesional dalam segala hal, sehingga bisa menjadi bekal saat menjalankan kegiatan akademik, organisasi, maupun bekal saat memasuki dunia kerja.
“Proyek yang diadakan dalam program Global Volunteer dapat membuat mahasiswa maupun generasi muda menjadi lebih kritis dalam menjalankan suatu proyek, serta menyelesaikan permasalahan isu sosial dengan solusi inovatif,” ujarnya.
AIESEC In UNEJ menciptakan peluang bagi generasi muda sebagai dorongan potensi agar menjadi lebih maksimal melalui program maupun proyek yang dihadirkan. Selain itu, AIESEC In UNEJ juga mempunyai nilai yang membantu generasi muda mencapai hasil yang maksimal dalam segala kegiatan yang diikuti. Scale Up merupakan bagian proyek dari program Global Volunteer untuk menjadi wadah dalam mendorong perkembangan bagi anak-anak muda.
Deskripsi Singkat
Relawan AIESEC UNEJ mengabdi enam minggu di Filipina, mendukung edukasi sosial Young Focus sekaligus mengembangkan kepemimpinan lintas budaya yang berdampak nyata.
Tentang Kami
AIESEC adalah organisasi kepemudaan internasional yang bersifat independen, non-politik, dan non-profit, yang dikelola sepenuhnya oleh anak muda. Didirikan pada tahun 1948, AIESEC kini hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan fokus utama pada pengembangan kepemimpinan pemuda melalui pengalaman lintas budaya, proyek sosial, dan program pengembangan diri. AIESEC berlandaskan pada nilai-nilai kepemimpinan, keberagaman, integritas, dan keberlanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).



