JATIMTIMES - Modus calo pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan tengah viral belakangan. Kali ini, seorang ibu mengaku sudah hampir lima kali didatangi orang yang menawarkan bantuan pencairan JHT milik anaknya.

Yang membuatnya heran, anaknya masih bekerja dan belum membutuhkan dana tersebut. Ia juga merasa tidak pernah meminta bantuan orang lain untuk mengurus pencairan.

Cerita itu terekam dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @trendisosmed. Dalam rekaman tersebut, sang ibu bahkan berani menegur orang yang datang ke rumahnya.

"Kenapa orang pada datang ke sini ya? Makanya ini bolak-balik udah hampir lima orang ke sini. Iya, jadi ganggu saya. Sementara anak saya juga masih kerja. Makanya saya takut," ujar ibu tersebut.

Ia mempertanyakan maksud kedatangan orang-orang tersebut. "Ini orang mau pada ngapain sih? Duit cuma segitu anak saya tuh belum perlu. Kalaupun perlu, datanya udah komplit," lanjutnya.

Menurut ibu tersebut, pengurusan pencairan JHT sebenarnya bisa dilakukan sendiri. "Kalau mau cairin kan tinggal online, gitu loh. Udah yang ke sini tuh preman semua. Saya-nya (yang) takut," katanya.

Dalam video itu terlihat dua pria berpakaian kasual dan tanpa berseragam mendatangi rumah sang ibu. Keduanya disebut datang dengan membawa informasi data pribadi terkait status klaim BPJS Ketenagakerjaan milik anaknya.

"Coba deh kalian pikir, dari mana oknum berpenampilan preman ini bisa pegang data spesifik anak si ibu?," ungkap keterangan akun tersebut. 

Dalam keterangan video dijelaskan bahwa kedatangan dua pria itu diduga adalah modus oknum yang menawarkan bantuan agar pencairan JHT bisa dilakukan dengan lebih mudah.

"Fakta kalau oknum ini tahu persis alamat dan status BPJS korban, itu jadi bukti kuat adanya dugaan kebocoran data. Modus calo ini parah sih," tambah keterangan akun tersebut. 

Masalahnya, jasa pencairan JHT tersebut diduga tidak gratis. Potongan yang ditawarkan bahkan diklaim bisa mencapai 50 persen dari dana yang dicairkan. Padahal, peserta sebenarnya dapat mengurus klaim JHT melalui online di kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan.

"Peserta tidak perlu memberikan data pribadi, dokumen kepesertaan, atau akses akun kepada orang yang tiba-tiba datang dan menawarkan jasa pencairan. Apalagi jika orang tersebut menjanjikan pencairan lebih cepat dengan meminta imbalan dalam jumlah besar," tulis keterangan akun tersebut. 

Karena viralnya kasus ini, BPJS Ketenagakerjaan melalui akun resminya menegaskan bahwa oknum pencairan JHT tersebut kedengarannya membantu, namun itu sejatinya modus jebakan kejahatan.

"BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah menawarkan layanan klaim JHT dengan mendatangi rumah peserta," demikian tulis akun resmi BPJS Ketenagakerjaan.