JATIMTIMES - Squishy menjadi salah satu mainan yang sedang tren dan banyak disukai anak-anak. Bentuknya beragam, mulai dari karakter lucu hingga menyerupai makanan seperti kue, sehingga menarik anak untuk memegang dan meremasnya.

Namun, orang tua perlu lebih teliti sebelum membeli mainan tersebut. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ika Devi mengingatkan bahwa tidak semua squishy memiliki bahan yang sama.

Peringatan tersebut disampaikan dr. Ika melalui akun Instagram pribadinya. Ia menunjukkan salah satu squishy yang bentuknya menyerupai roti tawar dan menjelaskan soal perbedaan bahan dari mainan tersebut. 

"Nah, jadi ini adalah squishy, ini adalah mainan yang anak-anak kecil itu banyak banget sedang beli dan sedang tren. Nah, ini juga squishy ya, teksturnya seperti ini, dan ini juga squishy yang benar-benar mirip seperti kue," ujar dr. Ika.

"Tapi, di balik squishy ini, Bapak-Ibu harus tahu, tidak semua squishy itu sama," lanjutnya.

Menurut dr. Ika, ada squishy dengan bahan yang dinilai lebih baik dan ada produk yang menurutnya mengandung bahan yang berbahaya.

Ia menyebut salah satu bahan yang terdapat pada squishy dengan grade tinggi adalah polivinil alkohol. Sementara itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak sembarangan memilih squishy hanya karena bentuknya menarik.

"Ternyata dalam penelitian, yang namanya squishy itu ada squishy yang bagus bahannya dan ada squishy yang bahannya mengandung benzene" katanya.

Dr. Ika kemudian menyampaikan bahwa sebagian squishy yang dinilainya berkualitas rendah dapat mengandung bahan tersebut dalam jumlah tinggi.

"Squishy yang grade tinggi itu salah satunya adalah mengandung polivinil alkohol. Tapi squishy yang lainnya yang mungkin kalau anak-anak kita pegang, kemudian mereka bermain, kita ini nggak akan tahu bahwa squishy itu berbahaya," jelasnya.

"Ternyata dalam penelitian ya, sebagian besar squishy yang nggak bagus itu mengandung benzene. Dan benzene ini kandungannya sampai 20 kali lipat daripada kandungan produk biasanya," sambung dr. Ika.

Peringatan tersebut menjadi perhatian pasalnya banyak anak terkadang memasukkan benda yang sedang dimainkan ke dalam mulut. Squishy yang terus diremas juga memungkinkan anak menyentuhnya berkali-kali sebelum kemudian memegang makanan atau memasukkan tangan ke mulut.

Dr. Ika mengingatkan adanya risiko jika bahan berbahaya tersebut sampai tertelan.

"Dan itu sangat berbahaya. Karena apa? Karena namanya benzene ini kalau dia dipegang anak-anak, kemudian dikonsumsi, maksudnya anak-anak kan kadang suka gigit-gigit gini, masuk ke mulut," tuturnya.

Menurut dr. Ika, paparan tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

"Ini dia bisa meningkatkan risiko untuk terjadinya kanker. Itu satu. Kedua bisa mengakibatkan anak kita mengalami yang namanya iritasi," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak langsung menganggap sebuah mainan aman hanya karena sedang viral dan banyak digunakan anak-anak.

"Jadi tidak semua yang viral itu aman dan baik untuk anak," tegasnya.

Dr. Ika mengajak orang tua lebih teliti sebelum membeli mainan untuk anak. Popularitas sebuah produk di media sosial, menurutnya, tidak bisa menjadi patokan bahwa produk tersebut aman.

"Kembali lagi kita sebagai orang tua, kita harus waspada dan kita harus wise. Jadi kalau ada mainan yang viral, kita cek dulu nih ingredients-nya aman apa enggak," ujarnya.

Orang tua juga disarankan memperhatikan informasi mengenai produk sebelum membelinya, termasuk memastikan produk memiliki lisensi atau memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku.

"Kira-kira produknya itu berlisensi atau tidak. Jangan sembarangan kita membeli produk hanya karena itu viral," kata dr. Ika.

Ia kembali mengingatkan soal kandungan bahan yang menurutnya dapat ditemukan pada sebagian produk squishy.

"Ingat, kandungan benzene yang tinggi bisa mengakibatkan risiko kanker meningkat," pungkasnya.

Oleh karenanya, para orang tua sebaiknya tidak hanya melihat bentuk dan harga ketika memilih mainan anak. Informasi mengenai bahan, produsen, serta aspek keamanan produk juga penting diperiksa sebelum squishy diberikan kepada anak untuk dimainkan.