JATIMTIMES - Perum Jasa Tirta I (PJT I) melakukan flushing di kawasan Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan penggelontoran material sedimen yang bakal berlangsung selama 10 hari hingga 15 Oktober 2026 tersebut ditargetkan mencapai ratusan ribu meter kubik lumpur hingga pasir.

Kepala Divisi Jasa Wilayah Sungai (WS) Brantas Perum Jasa Tirta I Adi Bowo Kusumo mengatakan, Bendungan Sengguruh merupakan infrastruktur pertama di sistem Sungai Brantas. Sementara kawasan hulu yang juga meliputi wilayah Kota Batu dan Kota Malang turut membawa segala dinamika sosialnya.

Beberapa dinamika tersebut meliputi keberadaan sampahnya, perkebunannya, hingga pertaniannya. "Lumpurnya berkumpul di sini. Jadi, flushing Bendungan Sengguruh pada tahun 2026 ini dalam rangka pengendalian sedimen di hulu Sungai Brantas," ungkapnya di sela-sela agenda flushing.

Pihak PJT I menyebut, agenda flushing Bendungan Sengguruh sebelumnya juga pernah dilakukan pada tahun 2023. "Jadi, kurang lebih tiga tahun yang lalu kami sudah melakukan flushing di tahun 2023 dan sukses," imbuhnya.

Dijelaskan Adi, kesuksesan pelaksanaan flushing pda tahun 2023 tersebut meliputi sejumlah aspek. Selain banyaknya material sedimen yang digelontorkan, proses flushing juga turut mendukung perawatan bendungan.

"Jadi selain fungsi utama untuk pengendalian sedimen secara terkendali telah tergelontor, juga banyak fungsi lain yang sukses seperti perbaikan intake hingga perbaikan trashrack (pada flushing tahun 2023, red)," bebernya.

Perlu diketahui, Bendungan Sengguruh dibangun dan sudah mulai beroperasi sejak 1989. Sejak beroperasi selama puluhan tahun itulah terdapat beberapa yang memang hanya bisa dikerjakan saat flushing. Di antaranya meliputi perbaikan intake atau penyadap aliran sungai hingga trashrack atau saringan sampah.

"Kemudian di tahun 2025 itu musim hujannya kan lebat, cukup panjang, curah hujannya cukup tinggi. Akhirnya sedimennya cukup banyak juga yang masuk ke sini," ungkapnya.

Kondisi cuaca pada tahun 2025 itulah yang kemudian membuat pihak PJT I pada akhirnya kembali melaksanakan kegiatan flushing di kawasan Bendungan Sengguruh. "Kami lakukan flushing untuk penggelontoran lumpur secara terkendali yang fungsinya untuk menjaga daya tampung pada ruang tampungan waduk ini untuk bisa menampung air sesuai dengan yang semestinya," imbuhnya.

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pelaksanaan flushing di tahun 2026 tersebut bakal berlangsung selama 10 hari. Terhitung sejak kemarin tanggal 5 Oktober hingga 15 Oktober 2026.

"Volume ini (sedimen, red) kami targetkan di angka sekitar 700 ribu meter kubik di 10 hari sehingga kemanfaatan air ini nanti cukup banyak. Baik untuk keperluan irigasi di hilir maupun kemanfaatan yang lain, salah satunya PLTA (pembangkit listrik tenaga air)," pungkasnya.