JATIMTIMES - Suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) belakangan terasa cukup terik, terutama pada siang hingga sore hari. Panas matahari yang menyengat membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih gerah dibandingkan biasanya.
Kondisi tersebut terjadi di tengah periode ketika posisi semu matahari berada di sekitar wilayah Ekuator dan mulai mendekati waktu kulminasi untuk sejumlah wilayah di Jawa Timur. Fenomena ini membuat posisi matahari berada sangat tinggi di langit pada waktu tertentu dan bayangan benda menjadi lebih pendek.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi Stasiun Klimatologi Jawa Timur @iklim.bmkgjatim menyebut kulminasi utama di Surabaya akan terjadi pada 12 Oktober 2026.
"Kulminasi utama di Surabaya baru terjadi pada tanggal 12 Oktober nanti," ungkap akun @iklim.bmkgjatim.
Lantas, apa sebenarnya fenomena kulminasi matahari dan apa yang terjadi ketika peristiwa tersebut berlangsung?
Mengenal Fenomena Kulminasi Matahari
Kulminasi matahari merupakan fenomena ketika matahari mencapai posisi paling tinggi di langit dan berada tepat atau hampir tepat di atas suatu wilayah. Kondisi tersebut terjadi ketika matahari melintas pada garis meridian setempat.
Saat matahari berada di posisi tersebut, bayangan benda yang terkena sinar matahari akan menjadi sangat pendek. Jika posisi matahari tepat berada di atas suatu titik, benda tegak di permukaan bumi bahkan dapat terlihat seolah-olah tidak memiliki bayangan.
Karena kondisi itulah kulminasi matahari juga sering disebut sebagai hari tanpa bayangan.
Fenomena ini dapat diamati menggunakan benda yang berdiri tegak, seperti tiang atau tongkat. Sebelum kulminasi, bayangan benda akan semakin memendek seiring posisi matahari semakin tinggi. Setelah melewati waktu kulminasi, bayangan kembali memanjang ketika matahari mulai bergerak menuju posisi yang lebih rendah di langit.
Mengapa Saat Kulminasi Matahari Terasa Menyengat?
Ketika matahari berada sangat tinggi di langit, sinar matahari datang dengan sudut yang lebih tegak ke permukaan bumi. Kondisi tersebut membuat energi radiasi matahari yang diterima permukaan bumi dapat lebih optimal.
Hal ini dapat membuat paparan sinar matahari terasa lebih menyengat, terutama ketika kondisi langit cerah dan tutupan awan minim. Namun, kulminasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan suhu udara di suatu wilayah.
Suhu yang dirasakan masyarakat juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi atmosfer dan lingkungan, seperti tutupan awan, kelembapan, angin, serta kondisi cuaca pada hari tersebut. Karena itu, terjadinya kulminasi tidak otomatis berarti suhu udara akan mencapai tingkat ekstrem.
Kulminasi Utama Surabaya 12 Oktober 2026
Untuk wilayah Surabaya, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut kulminasi utama akan berlangsung pada 12 Oktober 2026.
Fenomena tersebut menjadi salah satu momen ketika matahari berada pada posisi sangat tinggi di langit Surabaya. Pada waktu kulminasi, panjang bayangan benda yang berdiri tegak akan mencapai kondisi paling pendek dibandingkan waktu lain pada hari yang sama.
Waktu terjadinya kulminasi juga dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hal tersebut berkaitan dengan posisi geografis masing-masing daerah terhadap lintang dan posisi matahari.
Masyarakat Tetap Perlu Waspadai Panas
Di tengah kondisi siang yang terasa terik, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap perlu menjaga kondisi tubuh. Paparan panas dalam waktu lama dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas di bawah paparan matahari langsung ketika kondisi terasa sangat terik, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung jika harus berada di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi dan perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG melalui kanal resminya.
Fenomena kulminasi matahari merupakan peristiwa astronomis yang berlangsung secara berkala. Di Surabaya, puncak kulminasi utama pada 12 Oktober 2026 menjadi salah satu momen ketika posisi matahari berada sangat tinggi di langit dan bayangan benda menjadi sangat pendek.



