JATIMTIMES - Pemprov Jatim menyambut positif adanya industri rokok baru di Jawa Timur. Kali ini Korea Tomorrow, & Global (KT&G), perusahaan global asal Korea, baru saja membuka pabriknya di kawasan PIER (Pasuruan Industrial Real Estate Rembang) Pasuruan, Jawa Timur.

Beroperasinya pabrik ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor utama dalam jaringan manufaktur global KT&G. Terutama memperkuat posisi Jatim sebagai tempat utama industri rokok di Indonesia.

Acara peresmian ini menandai dimulainya operasional penuh pabrik kedua dan ketiga KT&G yang telah rampung dibangun, melengkapi pabrik pertama yang sudah beroperasi, Selasa (6/10).

Seremoni tersebut turut dihadiri oleh Presiden KT&G Bang Kyung-man, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-Goo, serta tamu undangan lainnya.

Dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi, pabrik baru ini nantinya akan dilengkapi sembilan lini produksi rokok dengan kapasitas hingga 21 miliar batang per tahun. Jika digabungkan dengan kapasitas pabrik yang sudah ada sebesar 14 miliar batang per tahun, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia diperkirakan mencapai hingga 35 miliar batang per tahun. Kapasitas tersebut menjadikan Indonesia sebagai basis produksi terbesar KT&G di luar Korea Selatan.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada tahun 2011 melalui akuisisi PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM), KT&G terus memperluas kegiatan manufakturnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan global yang meningkat.

Dan untuk mendukung pengembangan tersebut, KT&G melanjutkan pembangunan fasilitas pabrik baru berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Investasi Republik Indonesia pada September 2023. Pembangunan fasilitas baru tersebut dimulai pada April 2024, dilanjutkan dengan uji coba operasional pada semester pertama 2026, hingga kini memasuki tahap produksi yang stabil.

Mewakili gubernur, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat, sukses, apresiasi kepada seluruh jajaran direksi KT&G atas diresmikannya pabrik baru di kawasan PIER.

​"Untuk diketahui, kawasan industri PIER ini adalah walaupun memang ada di Pasuruan, sebagian di bawah SIER. SIER itu adalah BUMN yang kami di dalamnya sahamnya ada 25% Provinsi Jawa Timur," ucapnya.

Adhy juga menjelaskan yang menjadi kebahagiaan pihaknya adalah juga selama proses pembangunan tidak mendengar adanya laporan, keluhan, bahwa pembangunan ada kendala. Semua berjalan lancar, baik laporan dari SIER maupun dari dinas perizinan.

"Karena kami ingin bahwa Jawa Timur mempunyai daya saing yang kuat untuk industri dan investasi. Dan Alhamdulillah, hari ini ingin disampaikan bahwa Jawa Timur masih memiliki potensi yang kuat untuk bisa ber-usaha dengan baik, kondusif bagi seluruh investor, baik dalam negeri maupun luar negeri," tegas dia.

Dengan adanya pabrik baru ini Adhy optimis target investasi masuk sebesar Rp 147,7 triliun bisa tercapai pada tahun 2026 ini. "Semester 1 sudah separuhnya dan triwulan 3 ini Insya Allah akan tercapai," lanjutnya kembali.

Adhy pun tak lupa menitipkan agar perusahaan bisa menyerap dari tenaga lokal. Dengan memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik dari Pasuruan dan sekitarnya.

Adhy menambahkan bahwa di Jawa Timur, ini adalah penghasil tembakau dan rokok nomor satu di Indonesia. "51% industri rokok ada di Jawa Timur," imbuhnya.

Dengan memanfaatkan letak geografis Indonesia yang strategis, produksi rokok di pabrik baru ini akan dipasok ke pasar domestik Indonesia serta sejumlah pasar ekspor, termasuk Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India. Fasilitas diharapkan menjadi basis ekspor utama KT&G untuk memasok pasar di kawasan Asia Pasifik dan wilayah lainnya.

Sistem produksi global KT&G yang bertumpu pada lima basis di Korea Selatan, Indonesia, Rusia, Kazakhstan, dan Turki kini semakin lengkap dengan beroperasinya pabrik baru ini. Dengan meningkatnya keterhubungan antar lokasi tersebut, perusahaan dapat lebih mudah menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional untuk memperkuat daya saing bisnis global.

Tidak hanya memperkuat kemampuan manufakturnya di tingkat global, pabrik baru KT&G juga turut mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui pembukaan peluang kerja, khususnya bagi tenaga kerja lokal. Kontribusi ini dimulai sejak tahap pembangunan yang turut melibatkan pekerja dan perusahaan mitra setempat.

Ke depannya, KT&G akan terus menciptakan peluang kerja melalui keterlibatan berkelanjutan dengan masyarakat dan mitra lokal, serta pengembangan bisnisnya di Indonesia.

“Beroperasinya pabrik baru kami secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan,” ujar Presiden KT&G, Bang Kyung-man menambahkan.

KT&G, menurut dia, akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal yang diprediksi mencapai ribuan orang dan akan terys bertambah. "Memperkuat kemampuan teknis, dan mempererat kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk perekonomian dan masyarakat Indonesia," lanjut dia.