JATIMTIMES - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan arti khusus di balik keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Bagi Herdman, trofi tersebut menjadi pencapaian sepak bola paling berkesan sepanjang kariernya.

Herdman bahkan menilai keberhasilan membawa Indonesia menjadi juara lebih spesial dibanding ketika dirinya mengantarkan Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Menurutnya, besarnya arti sepak bola bagi masyarakat Indonesia membuat keberhasilan tersebut terasa berbeda.

Pernyataan itu disampaikan Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (6/10/2026) dini hari.

Timnas Indonesia memastikan gelar juara setelah melewati pertandingan dramatis melawan Thailand. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu sebelum Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

"Ini sangat spesial. Sejak saya pindah ke Indonesia, saya menyadari betapa besar artinya bagi orang-orang. Sepak bola adalah hidup," ujar Herdman dalam konferensi pers.

Pelatih asal Kanada itu kemudian membandingkan pencapaian tersebut dengan pengalamannya saat membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Menurut Herdman, keberhasilan bersama Kanada juga memiliki cerita emosional tersendiri karena terjadi bersamaan dengan kabar duka dalam keluarganya.

"Di Kanada kami baru membangunkan negara dengan pencapaian kami, tapi tiga minggu kemudian adik saya meninggal. Jadi itu momen yang sulit, bayang-bayang duka. Ini benar-benar spesial," katanya.

Herdman juga menceritakan bagaimana besarnya harapan masyarakat Indonesia selama dirinya menangani Timnas Indonesia. Bahkan ketika menjalani aktivitas rutin di sekitar kawasan GBK, ia kerap mendapat pesan langsung dari warga.

Menurut Herdman, masyarakat tidak segan mengingatkan dirinya mengenai target kemenangan hingga ambisi membawa pulang trofi.

"Setiap hari jogging di GBK, orang-orang selalu bilang coach, tiga poin coach, kami harus menang coach, kami harus kalahkan Malaysia, kami harus angkat trofi coach," ungkapnya.

Tekanan tersebut, kata Herdman, justru menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap Timnas Indonesia. Karena itu, keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi pencapaian bagi dirinya sebagai pelatih.

"Tekanan yang besar. Ini pencapaian besar bagi semua orang. Saat ini, ini pencapaian sepak bola terbaik saya, karena saya merayakannya bersama orang-orang yang saya tahu betapa besar maknanya bagi mereka," tutur Herdman.

Setelah melalui pertandingan panjang dan penuh tekanan, Herdman ternyata tidak memiliki rencana khusus untuk merayakan keberhasilan tersebut.

Ketika ditanya mengenai rencana selepas membawa Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, pelatih yang sebelumnya menangani Kanada itu menjawab dengan santai sambil tertawa.

"Saya capek, tidur, tidur, tidur. Dengan istri saya, Clare," kata Herdman.

Bagi Herdman, kemenangan atas Thailand sekaligus menjadi penutup manis dari perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Trofi tersebut juga menjadi bukti bahwa tekanan dan ekspektasi besar yang diterimanya selama berada di Indonesia akhirnya terbayar dengan pencapaian yang sangat berarti.