JATIMTIMES – Tingginya aktivitas industri pariwisata hingga sampah rumah tangga membuat Sungai Brantas yang mengaliri Pulau Jawa menghadapi beban lingkungan serius. Padahal, Kota Batu sebagai daerah hulu menjadi garda terdepan menjaga kualitas air Sungai Brantas.

Hal ini menjadi perhatian dalam aksi bersih sungai di Jembatan Prambatan, Desa Sidomulyo pada Minggu (4/10/2026). Wali Kota Batu Nurochman menbersamai aksi tersebut dalam rangka peringatan 9 Tahun Gerakan Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli).

Aksi lingkungan berskala besar tersebut melibatkan lintas elemen dari jajaran Pemkot Batu, TNI-Polri, akademisi, sektor usaha, hingga ratusan relawan yang menggelar aksi bersih sungai, Trash Walk, penebaran bibit ikan, ritual adat Slametan Banyu, serta dialog Njagong Kali Brantas.

Komandan Poltekad Brigjen Indarto Kusnohadi yang hadir di lokasi turut menegaskan pentingnya konsistensi masyarakat dan jajaran instansi dalam menjaga kelancaran aliran air hulu.

"Kami sangat mendukung kolaborasi Pemerintah Kota Batu dan segenap instansi lain dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Tentu untuk menumbuhkan kesadaran untuk memilah serta membuang sampah pada tempatnya," ungkap Indarto.

Untuk diketahui, kelestarian hulu Sungai Brantas menjadi krusial mengingat Kota Batu menghasilkan timbulan sampah berkisar 120 hingga 130 ton per hari pada hari biasa, dan melonjak hingga 150–160 ton per hari saat akhir pekan akibat tingginya aktivitas pariwisata.

Sumbatan sampah di kawasan hulu tidak hanya merusak ekosistem akuatik, melainkan juga memicu risiko bencana banjir luapan bagi kawasan Malang Raya hingga daerah hilir Jawa Timur.

Melalui gerakan kolaboratif aksi peduli ini, Wali Kota Batu Nurochman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kebiasaan pemilahan sampah sejak dari dapur rumah tangga.

"Mari bersama-sama menjaga sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan mulai memilah sampah dari rumah. Dengan begitu, sungai tetap bersih dan alirannya terjaga," ujar Nurochman.

Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sungai harus ditanamkan secara berkelanjutan kepada generasi muda.

"Kepedulian terhadap lingkungan perlu dikenalkan sejak dini. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar Kota Batu tetap bersih, indah, dan lestari," imbuhnya.

Sebagai informasi, memasuki usia ke-9 tahun, gerakan swadaya Sabers Pungli tercatat telah menggelar 191 aksi nyata pembersihan sungai secara berkesinambungan demi menjaga kelestarian Sungai Brantas dari hulu Kota Batu.