JATIMTIMES - Sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) terdampak kekeringan ekstrem. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, terdapat 25 kabupaten yang mengalami krisis air.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penanganan dampak kekeringan pada sejumlah wilayah tersebut telah dilangsungkan. Salah satunya melalui dropping bantuan air bersih kepada para warga yang terdampak kekeringan.

"Ada 25 kabupaten yang memang sudah membutuhkan dropping air, yang mengeluarkan surat darurat ada 24. Beberapa hari kemarin tambah satu lagi, jadi 25 daerah," ujarnya kepada JatimTIMES.

Lebih lanjut, dijabarkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto, 25 daerah yang sudah mengeluarkan status darurat dan mengajukan bantuan dropping air bersih dampak kekeringan tersebut meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan.

Kemudian Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Sumenep.

"Semuanya adalah kabupaten yang ada di Jawa Timur, untuk kotanya tidak ada (yang terdampak kekeringan ekstrem, red)," ujar Gatot kepada JatimTIMES.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memastikan, sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan ekstrem hingga mengalami krisis air tersebut telah terpenuhi dari segi distribusi bantuan air bersih. "Semua wilayah yang mengalami kekeringan kami dukungan dan tidak sampai tertinggal, artinya daerah-daerah yang kering itu semua sudah terpenuhi dari sisi airnya," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, upaya Pemprov Jatim untuk membackup penanganan dampak kekeringan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut, juga turut dilaksanakan di Kabupaten Malang. Terbaru, pada Sabtu 3 Oktober 2026, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan air bersih serta sarana penampungan air di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Pada saat itu, Bupati Malang HM. Sanusi beserta sejumlah pihak terkait turut mendampingi penyaluran air bersih di Desa Pagak yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah tersebut. Dua unit truk tangki dengan masing-masing berkapasitas lima ribu liter disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

Dropping bantuan air bersih tersebut menyasar 129 kepala keluarga (KK) dengan total 516 jiwa yang terdampak kekeringan di Desa Pagak. Selain mendistribusikan bantuan air bersih, Pemprov Jatim juga turut menyalurkan sejumlah bantuan yang di antaranya meliputi tandon hingga jeriken.

"Kami mensupport kabupaten dan kota sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Gubernur. Seandainya kabupaten (Pemerintah Daerah, red) alokasi anggarannya tidak mencukupi, maka Pemprov akan menggenapi sehingga layanan di masyarakat tetap berjalan," pungkas Gatot.