JATIMTIMES - Belakangan ini nama Irjen Pol Dekananto Eko Purwono tengah menjadi sorotan. Kali ini, perwira tinggi Polri asal Bojonegoro itu dipercaya menjadi Kapolda Jatim menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Dekananto bukan orang baru bagi di Polda Jatim. Sebelum mendapat sejumlah penugasan di Jakarta dan Mabes Polri, dia pernah menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim.

Kini, setelah beberapa tahun meninggalkan Jawa Timur, Dekananto kembali dengan jabatan yang lebih tinggi. Penunjukannya sebagai Kapolda Jatim tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Pergantian itu merupakan bagian dari rotasi 19 Kapolda yang dilakukan Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto setelah resmi menjabat.

Saat menjadi Dirintelkam Polda Jatim, Dekananto ikut menangani sejumlah persoalan keamanan di wilayah Jawa Timur. Salah satunya terkait keberadaan tugu perguruan pencak silat.

Dalam periode tersebut, ratusan tugu perguruan silat ditertibkan atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Kebijakan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah gesekan antarkelompok perguruan silat.

Dekananto juga pernah terlibat dalam komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat di Jawa Timur. Pengalamannya di bidang intelijen membuat tugasnya tidak sebatas mengantisipasi gangguan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok yang berpengaruh terhadap situasi kamtibmas.

Salah satunya komunitas suporter sepak bola. Saat masih bertugas di Polda Jatim, Dekananto tercatat ikut dalam komunikasi kepolisian dengan berbagai elemen suporter.

Dekananto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya kemudian banyak bersinggungan dengan bidang intelijen dan keamanan.

Setelah sekitar dua tahun menjabat Dirintelkam Polda Jatim, dia mendapat penugasan ke Polda Metro Jaya sebagai Dirintelkam pada 2024.

Dekananto kemudian ditarik ke Mabes Polri. Pada 2025, dia dipercaya menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri. 

Tidak lama kemudian, pada 5 Agustus 2025, Dekananto ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya. Jabatan tersebut membuatnya kembali banyak bersentuhan dengan persoalan keamanan di wilayah ibu kota. Salah satunya pengamanan kegiatan masyarakat dan aksi penyampaian pendapat.

Saat menjadi Wakapolda Metro Jaya, Dekananto juga pernah menekankan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan. Dalam salah satu operasi kepolisian, dia mengatakan keberhasilan tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan.

Selama bertugas di Jakarta, Dekananto mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setelah melewati sejumlah jabatan di daerah hingga Mabes Polri, Dekananto kini kembali ke Jawa Timur.

Dalam telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026, dia ditugaskan sebagai Kapolda Jatim. Posisi tersebut sebelumnya diisi Irjen Pol Nanang Avianto yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya pergantian tersebut.

"Benar, terdapat mutasi dan rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Dalam surat telegram tersebut juga terdapat pergantian pada jabatan Kapolda Jawa Timur dan Wakapolda Jawa Timur," kata Jules, dikutip Antara, Sabtu (3/10/2026).

Jejak Karier Irjen Dekananto

• Akpol 1994: Mengawali karier kepolisian dan banyak bertugas di bidang Intelkam.

• Dirintelkam Polda Jatim (2022-2024): Pernah bertugas di Jatim, termasuk penertiban 686 tugu silat yang dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila.

• Dirintelkam Polda Metro Jaya (2024): Dipindahkan ke Jakarta untuk memimpin bidang intelijen.

• Direktur Politik Baintelkam Polri (2025): Mendapat penugasan di tingkat Mabes Polri.

• Wakapolda Metro Jaya (2025-2026): Ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 5 Agustus 2025.

• Irjen Pol (2 September 2026): Naik pangkat dari Brigjen Pol menjadi Irjen Pol atau jenderal bintang dua. 

• Kapolda Jatim (Oktober 2026): Kembali bertugas di Jawa Timur setelah ditunjuk menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.