JATIMTIMES - Distribusi bantuan air bersih dampak kekeringan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur masih berlanjut. Hingga awal Oktober 2026, pasokan air bersih yang telah terdistribusi dilaporkan telah mencapai lebih dari 3,4 juta liter.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, jutaan liter bantuan air bersih yang telah terdistribusi tersebut berlangsung sejak Agustus hingga awal Oktober 2026.
"Total distribusi air bersih pada masa tanggap darurat bencana kekeringan telah mencapai sekitar 3.432.050 liter. Distribusi air bersih tersebut berlangsung sejak 8 Agustus sampai dengan kemarin (Kamis, 1 Oktober 2026)," tuturnya.
Berdasarkan laporan terbaru Posko Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan BPBD Kabupaten Malang hingga Jumat, 2 Oktober 2026, distribusi air bersih yang berlangsung pada awal Oktober tersebut mencapai 107.100 liter.
"Update distribusi air bersih pada 1 Oktober (2026) tersebut sebanyak 107.100 liter. Distribusi dilakukan menggunakan enam armada sebanyak 22 rit (perjalanan bolak-balik, red)," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan, distribusi bantuan air bersih tersebut disalurkan pada enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Meliputi kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak.
"Distribusi air bersih terbanyak pada awal Oktober berlangsung di Kecamatan Sumawe dengan jumlah total mencapai 20 ribu liter," tuturnya.
Sementara untuk distribusi air bersih pada awal Oktober di sejumlah daerah lainnya di Kabupaten Malang mencakup wilayah Kecamatan Gedangan sebanyak 20 ribu liter, Kecamatan Sumberpucung 22.100 liter, Kecamatan Donomulyo 15 ribu liter, Kecamatan Kalipare 20 ribu liter.
"Sedangkan untuk distribusi air bersih di Kecamatan Pagak pada awal Oktober ini sebanyak 5 ribu liter," pungkasnya.



