JATIMTIMES - Pernah mendengar Tol Probowangi? Nama itu sebelumnya cukup familiar untuk menyebut jalan tol yang menghubungkan Probolinggo hingga Banyuwangi.
Namun, nama tersebut kini sudah berubah. Jalan tol itu resmi menggunakan nama Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau Tol Prosiwangi.
Lantas, mengapa nama Tol Probowangi berubah menjadi Tol Prosiwangi?
Perubahan nama itu ternyata berkaitan dengan keberadaan Kabupaten Situbondo yang menjadi bagian penting dari trase jalan tol tersebut. Pemerintah Kabupaten Situbondo sebelumnya mengusulkan agar nama daerahnya ikut tercantum dalam nama tol.
Usulan tersebut kemudian diperjuangkan bersama anggota DPR RI asal Situbondo, Nasim Khan. Kementerian Pekerjaan Umum selanjutnya menyetujui perubahan nama tersebut pada November 2025.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU kemudian menggunakan nama Tol Prosiwangi dalam pengumuman terkait uji laik fungsi dan operasi seksi 1 dan 2.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjadi salah satu pihak yang menyambut perubahan nama tersebut.
Saat meninjau pembangunan tol pada November 2025, Rio mengungkapkan apresiasinya kepada Nasim Khan yang ikut memperjuangkan perubahan nama tersebut.
"Akhirnya, tol ini resmi dinamakan Prosiwangi. Terima kasih kepada Bapak Nasim Khan, Anggota DPR RI, yang telah memperjuangkan pengubahan nama ini. Nama baru ini sangat penting bagi Situbondo," ujar Rio, dikutip dari laman resmi Pemkab Situbondo.
Menurut Pemkab Situbondo, nama baru tersebut dianggap lebih merepresentasikan wilayah yang dilintasi jalan tol. Proyek ini juga dinilai penting untuk memperkuat konektivitas daerah serta mendukung mobilitas barang dan logistik di Situbondo.
Perubahan nama itu bukan sekadar pergantian sebutan. Secara resmi, nama yang digunakan pemerintah kini adalah Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi).
Sebelumnya, proyek tersebut dikenal sebagai Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi atau Tol Probowangi.
Nama Probowangi diambil dari dua daerah yang menjadi titik awal dan akhir proyek, yakni Probolinggo dan Banyuwangi. Dalam perkembangannya, Situbondo menjadi salah satu wilayah utama yang dilintasi trase tol sehingga muncul usulan agar Situbondo ikut masuk dalam nama resmi.
Nasim Khan turut memperjuangkan perubahan tersebut. Usulan itu kemudian mendapat persetujuan pemerintah pusat.
Perubahan nama tersebut diumumkan BPJT pada November 2025. Dalam kanal resmi BPJT, nama Prosiwangi sudah digunakan dalam informasi mengenai uji laik fungsi dan operasi seksi 1 dan 2.
Dengan begitu, Probowangi bukan lagi nama resmi yang digunakan untuk jalan tol tersebut. Nama resminya sekarang adalah Prosiwangi.
Setelah perubahan nama, pembangunan proyek terus berjalan. Tol Prosiwangi merupakan bagian dari jaringan jalan tol di kawasan timur Jawa Timur.
Pada hari ini Rabu (30/9/2026) pukul 10.00 WIB, segmen Gending-Kraksaan-Paiton mulai dioperasikan dan digratiskan selana 14 hari kedepan. Ruas sepanjang 23,515 kilometer itu bisa memangkas waktu perjalanan hingga 45 menit.
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi direncanakan memiliki panjang sekitar 175,4 kilometer dan terbagi dalam tujuh seksi pembangunan.
Seksi 1 merupakan Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer. Berikutnya Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer dan Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer.
Pembangunan dilanjutkan dengan Seksi 4 Besuki-Situbondo sepanjang 42,30 kilometer. Kemudian Seksi 5 Situbondo-Asembagus sepanjang 16,76 kilometer, Seksi 6 Asembagus-Bajulmati sepanjang 37,45 kilometer, serta Seksi 7 Bajulmati-Ketapang sepanjang 29,21 kilometer.
Proyek tersebut dikerjakan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) dan menjadi bagian dari jaringan jalan tol yang akan memperkuat konektivitas di kawasan timur Jawa Timur.



