JATIMTIMES – Aksi dua residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Gresik akhirnya terhenti. Satreskrim Polres Gresik terpaksa melumpuhkan SH dan MP setelah keduanya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Kedua tersangka yang diketahui merupakan warga Surabaya tersebut telah beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP). Sasaran mereka mayoritas sepeda motor yang diparkir di kawasan pertokoan dan minimarket.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, kedua pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama. Dalam menjalankan aksinya, mereka menggunakan sejumlah peralatan khusus untuk membobol kunci sepeda motor.
"Terduga pelaku bermodalkan peralatan kunci khusus. Meski korban sudah mengunci ganda, motor korban masih bisa dibawa kabur," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Gresik, Selasa (9/9/2026).
AKBP Ramadhan menyampaikan, kasus ini terungkap setelah Polres Gresik menerima laporan pencurian sepeda motor pada Jumat (25/9/2026). Saat itu, korban memarkir Honda Beat bernopol W-4558-FV di area parkir sebuah minimarket di Kecamatan Gresik.
Aksi kedua pelaku terekam kamera CCTV. Rekaman tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi untuk mengidentifikasi dan memburu keberadaan keduanya.
Penyelidikan akhirnya mengarah kepada SH dan MP. Polisi kemudian berhasil meringkus keduanya di kawasan Jalan Usman Sadar, Kecamatan Gresik. Saat ditangkap, keduanya disebut hendak kembali melakukan aksi pencurian sepeda motor.
"Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur karena keduanya melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Saat itu mereka juga hendak melakukan aksi serupa," pungkasnya.
Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya. Di antaranya delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, serta dua unit sepeda motor.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku telah beraksi di enam TKP. Mayoritas lokasi yang menjadi sasaran berada di kawasan pertokoan.
"Kedua tersangka memilik peran berbeda, saat beraksi SH sebagai eksekutor dan MP sebagai Joki," imbuh AKP Mohammad Prasetyo.
Pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Sebab, sebagian besar sepeda motor hasil curian telah dijual. Pengembangan kini diarahkan untuk mengungkap keberadaan penadah sekaligus kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
"Terus kami kembangkan, terutama memburu sindikat penadah maupun tersangka lainnya yang mungkin terlibat," tandasnya.



