JATIMTIMES - Polres Malang menyambangi empat keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang berdomisili di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedatangan petugas kepolisian tersebut juga ditujukan untuk turut memastikan agar komunikasi dengan pihak keluarga tetap terjaga di tengah proses pencarian korban.
Empat korban asal Kabupaten Malang tersebut yakni Sulisman asal Kecamatan Pakis, Agus Ribut Setyabudi asal Kecamatan Pakisaji, Bambang asal Kecamatan Tirtoyudo, dan M Ali Imron asal Kecamatan Gondanglegi. Keempat korban tersebut merupakan sopir yang diketahui berada dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Sementara kunjungan dari pihak kepolisian tersebut turut dilakukan oleh polsek jajaran mulai dari Polsek Pakis, Polsek Pakisaji, Polsek Tirtoyudo dan Polsek Gondanglegi.
Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, pada serangkaian kunjungan tersebut petugas kepolisian turut menemui keluarga secara langsung, mendengarkan perkembangan informasi yang diterima pihak keluarga, hingga menyampaikan dukungan selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung.
"Kunjungan dilakukan untuk memastikan keluarga korban tetap mendapatkan pendampingan dan akses komunikasi dengan kepolisian," tuturnya saat ditemui JatimTIMES pada Senin, 28 September 2026.
Selain melakukan kunjungan kepada para keluarga korban, disampaikan Budiono, personel Polsek Jajaran juga akan terus berkomunikasi dengan pihak keluarga. Termasuk membantu menghubungkan kepada pihak keluarga apabila ada perkembangan dari pihak terkait.
"Kami ingin keluarga korban mendapatkan dukungan dan informasi yang jelas selama proses pencarian," imbuhnya.
Sebaliknya, diutarakan Budiono, pihak kepolisian juga siap membantu untuk mengoordinasikan informasi yang diterima keluarga terkait proses pencarian maupun identifikasi terhadap korban. Pihak keluarga juga dapat menyampaikan informasi yang mereka terima kepada kepolisian untuk nantinya segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.
"Kalau keluarga mendapatkan informasi terkait keberadaan korban atau perkembangan lainnya, segera sampaikan kepada petugas. Kami akan membantu mengoordinasikan informasi tersebut,” ujarnya.
Serangkaian agenda kunjungan dan koordinasi pihak kepolisian kepada keluarga korban tersebut berlangsung sejak Jumat, 25 September 2026 dan terus berlanjut hingga hari ini dan beberapa waktu ke depan. Dalam kunjungannya, Kapolsek Pakis AKP Bambang Subinajar bersama personel Polsek Pakis telah mendatangi keluarga Sulisman di Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis. Selain menyampaikan belasungkawa, polisi juga turut menyerahkan tali asih kepada keluarga korban.
Bergeser ke Kecamatan Pakisaji, Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbianto bersama personel juga telah mendatangi keluarga Agus Ribut Setyabudi. Pada saat itu pihak keluarga korban turut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran polisi di tengah penantian kabar mengenai korban.
Kunjungan dari pihak kepolisian juga telah dilakukan oleh Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin kepada keluarga M Ali Imron di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Pihak keluarga hingga kini dikabarkan masih menunggu kepastian serta hasil identifikasi dari tim SAR.
Sementara itu, Kapolsek Tirtoyudo Iptu Wempy juga telah mengunjungi keluarga Bambang di Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo. Pada kunjungannya, pihak kepolisian mendapat informasi bahwasanya pihak keluarga telah mendatangi posko Basarnas di Perak, Surabaya.
"Pihak keluarga di Tirtoyudo tersebut juga telah menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembu, Laut Jawa, saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Peristiwa tersebut terjadi pada 13 September 2026.
Berdasarkan data manifest resmi, kapal motor tersebut mengangkut total 243 orang. Rinciannya terdiri dari penumpang dan awak kapal.
Sementara itu, hingga Sabtu, 26 September 2026 malam, Basarnas mencatat 172 orang telah ditemukan dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8 per hari pencarian ke-14. Rinciannya, 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia, sedangkan untuk 71 orang masih dalam pencarian.
Proses identifikasi terhadap korban meninggal juga telah dilakukan oleh Tim DVI dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan data post mortem. Polri juga meminta keluarga melengkapi data serta sampel DNA sebagai bagian dari proses pencocokan identitas.
"Kami akan terus mendampingi dan menjaga komunikasi dengan keluarga selama proses ini berlangsung, karena yang paling penting saat ini adalah memastikan informasi yang diterima keluarga tersebut memang benar dan berasal dari sumber resmi,” pungkas Budiono.



