JATIMTIMES - Ada pemandangan berbeda dalam kegiatan olahraga siswa kelas 1 SD Unggulan Permata Jingga, Malang. Bukan sekadar berlari atau bermain bola, para siswa diajak mengenal dan mencoba olahraga skateboard.
Kegiatan tersebut dibagikan seorang guru PJOK melalui akun Instagramnya @vicooocooo. Dalam unggahan yang viral itu, guru tampak memperkenalkan skateboard kepada siswa yang masih duduk di kelas 1.
Skateboard sendiri termasuk olahraga ekstrim dan bukan menjadi bagian dari pembelajaran olahraga di tingkat sekolah dasar. Namun dalam kegiatan tersebut, para siswa diberi kesempatan dan didampingi untuk mencoba langsung bagaimana berdiri, menjaga keseimbangan, hingga mengendalikan papan.

Momen seorang siswa SD bermain skateboard saat jam pelajaran olahraga. (Foto: Instagram)
Salah satu siswa bahkan terlihat cukup mahir memainkan skateboard meski masih kelas 1 SD. Ia mampu menjaga keseimbangan di atas papan dan mengendalikan lajunya saat mengikuti kegiatan.
Kemampuan siswa tersebut ikut mencuri perhatian. Dalam video, ia terlihat percaya diri mencoba skateboard, sementara siswa lainnya juga tampak ikut belajar dan mencoba.
Belakangan ini, sosok atlet muda Indonesia, Mikhayla Shanum Caya, juga mencuri perhatian. Di usia 11 tahun, Mikhayla menjadi atlet termuda Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026. Ia turun di nomor Skateboard Park Putri dan akan bersaing dengan atlet dari sejumlah negara Asia.
Kehadiran Mikhayla menunjukkan bahwa skateboard kini bisa ditekuni sejak usia muda hingga menjadi jalan menuju prestasi. Olahraga yang awalnya dikenalkan kepada anak-anak sebagai aktivitas dan rekreasi ini bisa berkembang menjadi cabang yang ditekuni secara serius, bahkan sampai ke ajang internasional.
Kegiatan guru yang mengenalkan olahraga Skateboard kepada siswa kelas 1 SD itu sontak mendapat respons positif dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai guru olahraga perlu memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada siswa.
Pasalnya pengenalan olahraga seperti skateboard sejak usia dini dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal lebih banyak aktivitas fisik. Dari sana, siswa bisa menemukan olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
"Jujur buat gue yg udah gede. Keren bgt guru2 olahraga yg mau memperkenalkan olahraga yg diluar yg diajarin dipelajarange," tulis akun @jaggerin21.
Kemampuan salah satu siswa juga menjadi perhatian tersendiri. Seorang warganet bahkan menyoroti siswa yang tampak sudah mahir bermain skateboard.
Sementara akun @koekoebim melihat kegiatan tersebut memiliki nilai pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar kemampuan mengendarai skateboard.
"Ini bukan hanya soal keterampilan, ada sisi study ttg saling percaya, safety dan mentality anak-anak Terimakasih Pak/Bu Guru," tulisnya.




