JATIMTIMES - Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai masuk semakin dekat ke ruang belajar siswa. Di satu sisi, teknologi ini dapat membantu mencari informasi dan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan kemampuan memilah informasi, memahami etika digital, serta menjaga proses berpikir mandiri.
Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Program Paham AI yang digelar Tim Polresta Malang Kota di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Jumat (25/9/2026). Seluruh siswa kelas X mendapat pembekalan mengenai cara memanfaatkan AI secara bijak melalui materi, contoh penggunaan, hingga simulasi secara langsung.
Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polresta Malang Kota AKP Wardi Waluyo memimpin tim yang menjadi trainer dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Aipda Selvi, Aipda Hendra, Aipda Firman, Brigpol Iman, Briptu Rio, dan Bripda Rizky.

Materi tidak hanya mengenalkan kemampuan AI. Para siswa juga diajak memahami aspek keamanan dan etika ketika menggunakan teknologi tersebut, termasuk menempatkan AI sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir.
Kepala MAN 2 Kota Malang Dr H Samsudin MPd menekankan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter siswa. Menurut dia, AI dapat digunakan untuk membuka ruang kreativitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran selama siswa tetap mempertahankan kejujuran serta tanggung jawab.
“AI hendaknya menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir dan karakter peserta didik. Teknologi boleh semakin maju, tetapi kejujuran, akhlak, tanggung jawab, dan integritas harus tetap menjadi landasan,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Kasi Pendma Kemenag Kota Malang H Abd. Mughni SAg MPd yang membuka kegiatan tersebut. Ia mengingatkan siswa agar kemampuan menggunakan teknologi tidak membuat aspek perilaku dan akhlaqul karimah ditinggalkan.
“Kami berharap AI dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak-anak. Namun, secanggih apa pun teknologi, anak-anak tetap wajib menjaga perilaku dan akhlaqul karimah,” kata Abd. Mughni.
Ia juga mengapresiasi edukasi yang diberikan Tim Polresta Malang Kota karena dinilai dapat menjadi bekal siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Dari sisi kepolisian, AKP Wardi mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan AI kepada pelajar sekaligus membangun kesadaran agar teknologi digunakan secara positif dan bertanggung jawab.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan wawasan kepada para murid agar lebih mengenal AI dan mampu memanfaatkannya secara bijak, positif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di aula MAN 2 Kota Malang itu dikemas secara interaktif. Selain pemaparan materi, siswa mengikuti contoh dan simulasi pemanfaatan AI sehingga mereka tidak hanya mengenal teknologi tersebut secara teoritis.




