JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggandeng Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mendirikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (14/2/2025).
Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono dan Rektor IPDN Hadi Prabowo hadir langsung dalam prosesi penandatanganan itu. “Terbentuknya SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim di Kabupaten Bojonegoro adalah upaya menciptakan karakter siswa yang punya wawasan nasional, disiplin, cinta tanah air dan integritas,” ungkap Adhy Karyono.
Adhy menyebut, saat ini Jatim sudah memiliki lima SMA Taruna unggulan yang sudah terbukti kualitas dan proses pembelajarannya, sehingga diminati banyak siswa. Namun, dari semua matra yakni angkatan darat, laut, udara, dan kepolisian, matra IPDN belum ada.
“Memang betul matra IPDN belum ada, padahal IPDN ini ahli di bidang pemerintahan dan pelayanan publik. Maka, ketika Bupati Bojonegoro mengusulkan, kami menyambut baik usulan tersebut,” papar Adhy.
“Hadirnya SMA Taruna Pamong Praja di Bojonegoro ini menandai IPDN menyetujui untuk melakukan pembinaan terhadap jalannya proses pembelajaran, pelatihan dari SMA Taruna yang sebentar lagi akan memasuki masa pendaftaran,” sambungnya.
Lebih lanjut Adhy menjelaskan, SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim nantinya memiliki konsep boarding school. Ia berharap, sekolah tersebut tidak hanya memperoleh siswa yang unggul dan berkarakter. Namun juga bisa diterima di Perguruan Tinggi, Sekolah Kedinasan atau bahkan Perguruan Tinggi internasional.
“Kita juga konsentrasi ke kurikulum Pamong Praja. Baik tentang pembelajaran integritas, disiplin, dan inovasi lainnya agar bisa diimplementasikan dalam pengajaran dan pembinaannya,” papar dia.
“Khusus untuk seleksi harus bersifat obyektif, akuntabel dan memberikan keadilan. Kita juga utamakan putra-putri berprestasi di Jatim serta siswa-siswi dari kalangan kurang mampu,” tandas Adhy.
Sementara itu, Rektor IPDN Hadi Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas gagasan untuk mendirikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim. Dirinya mengatakan bahwa pihaknya siap mengawal dan memberi bimbingan untuk praja di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro.
"Kami siap memberikan pengasuhan yang terintegrasi. Kita hidup di era yang dinamis dan tidak ada batas. Anak-anak muda banyak yang kehilangan jati diri dan integritas. Sehingga di sini kami mengajarkan bidang keilmuan, bahasa, pengasuhan, dan tentunya cinta bangsa dan tanah air. Ini yang membedakan dengan sekolah biasa," katanya.
"Tugas kami mendidik, melatih, dan mengasuh. Kami menyiapkan siswa untuk tes masuk sekolah kedinasan. Kesuksesan mereka terbentuk dari kompetensi dan tentu tidak terlepas dari nasibnya. Namun kami siap memberikan pengasuhan dan bimbingan praja. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan," urai Hadi.



