JATIMTIMES.COM - Berbicara tentang penyakit, salah satu penyakit yang banyak diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia saat ini adalah asam lambung. Di Indonesia, sekitar 4,9% penduduk atau 30.154 kasus menderita penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung.
GERD adalah gangguan pencernaan jangka panjang yang terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan. Paling asam lambung biasanya banyak diderita pada rentang berusia 17–45 tahun
IDI adalah singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950. IDI Kabupaten Banyumas merupakan sebuah cabang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesi kedokteran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan.
IDI Kabupaten Banyumas mengadakan program untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter. Selain itu IDI Kabupaten Banyumas juga melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab utama terjadinya penyakit asam lambung serta rekomendasi obat untuk penderitanya.
Apa saja penyebab dan faktor utama terjadinya penyakit asam lambung?
(Foto oleh unomat dari iStockphoto)
IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Banyumas dengan alamat website idikabbanyumas.org menjelaskan bahwa penyakit asam lambung, yang sering disebut sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD), terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Berikut adalah penyebab dan faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit ini meliputi:
1. Melemahnya otot Sfingter Esofagus Bawah (LES)
Otot ini berfungsi sebagai katup antara lambung dan kerongkongan. Jika otot LES melemah, asam lambung dapat naik ke kerongkongan.
2. Obesitas atau kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada perut, mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Penting bagi Anda untuk menjaga berat badan serta olahraga ringan setiap hari.
3. Kehamilan
Perubahan hormonal dan tekanan dari janin dapat mengurangi kemampuan LES untuk mencegah refluks. Bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan dan multi vitamin agar lebih sehat.
4. Usia lanjut
Seiring bertambahnya usia, otot-otot yang mengendalikan LES dapat melemah, meningkatkan risiko refluks asam. Penting bagi orang dewasa dan lansia untuk tetap menjaga pola makan dan hidup sehat untuk mengurangi gejala penyakit asam lambung.
5. Kebiasaan makan pedas dan gaya hidup tidak sehat
Faktor terakhir adalah makan terlalu besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur, serta konsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam dapat memicu gejala tersebut. Penyakit asam lambung adalah kondisi yang kompleks dengan berbagai penyebab dan faktor risiko. Memahami faktor-faktor ini penting untuk pencegahan dan pengelolaan gejala.
Apa saja obat yang tepat untuk dikonsumsi jika mengalami penyakit asam lambung?
IDI Kabupaten Banyumas telah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan asam lambung yang tepat. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengatasi gejala penyakit asam lambung, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan gastritis:
1. Obat Antasida
Mylanta merupakan obat dengan kandungan Magnesium Hydroxide, Alumunium Hydroxide, Simethicone dalam bentuk tablet kunyah. Obat ini digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan, gastritis, tukak lambung, tukak usus 12 jari dengan gejala seperti mual, nyeri lambung dan nyeri ulu hati.
2. Obat Inhibitor Pompa Proton (PPI)
Omevell merupakan obat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh asam lambung contohnya masalah perut dan kerongkongan. Omeprazole dapat meringankan sensasi panas pada perut. Omeprazole bekerja dengan menurunkan kadar asam yang diproduksi oleh lambung.
3. Obat Suspensi Antasida
Antasida Doen yang diproduksi oleh Kimia Farma, merupakan sirup yang membantu menetralkan asam lambung. Oleh karena itu, antasida doen dapat digunakan untuk meringankan gejala mual, nyeri lambung, dan nyeri ulu hati.
Mengadopsi perubahan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan yang baik dan menghindari makanan pemicu, juga sangat penting dalam pengelolaan penyakit asam lambung. Namun apabila Anda mengalami gejala asam lambung lebih parah, Anda disarankan berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Dapatkan tips kesehatan lainnya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banyumas beralamat idikabbanyumas.org serta konsultasi kesehatan secara gratis.



