JATIMTIMES - Calon wakil bupati Malang nomor urut dua dokter Umar Usman mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan. 

Hal itu disampaikan dokter Umar di hadapan para akademisi dan mahasiswa di Auditorium Universitas Brawijaya dalam acara mimbar akademik calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Malang Raya bertajuk Sinergi Pembangunan Malang Raya. 

"Di dalam data BPS angka kemiskinan di Kabupaten Malang mengalami kenaikan dari 367 ribu menjadi 399 ribu. Sehingga kita perlu menukik visi misi di bidang ekonomi," ucap dokter Umar.

Ketika dikonfirmasi mengenai data BPS terkait angka kemiskinan di Kabupaten Malang yang terus meningkat, dokter Umar meminta kepada awak media untuk mengkroscek kembali mengenai data tersebut. 

"Ya kalau data mungkin bisa dikroscek lagi data lengkapnya bagaimana. Tetapi memang Kabupaten Malang angka kemiskinannya masih tinggi," ujar dokter Umar. 

Politisi yang dulunya pernah menjabat sebagai ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Malang itu menuturkan, pasangan calon kepala daerah Kabupaten Malang nomor urut dua yakni Gunawan HS Wibisono-Umar Usman yang disingkat GUS akan memprioritaskan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Malang. 

"Selain itu tentu harus menjadi perhatian kita, prioritas kita, bagaimana penduduk miskin itu bisa terangkat," ujar dokter Umar. 

Menurut dia, daya dongkrak di dalam aspek ekonomi masyarakat Kabupaten Malang harus terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ke depan. Dokter Umar menyebut, perlu adanya upaya-upaya percepatan di dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Malang. 

"Intinya memang daya dongkrak di dalam aspek ekonomi itu harus kita lakukan dan itu tidak bisa seperti sekarang, harus banyak kreasi, inovasi dan improvisasi supaya ada percepatan-percepatan," kata dia. 

Selain itu, pihaknya  menyoroti mengenai indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Malang yang berada di urutan ke-24 dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur (Jatim). "Kita harus introspeksi bahwa indeks pembangunan manusia di nomor 24. Itu ya memprihatinkan," ujar dokter Umar. 

Maka, pihaknya menegaskan bahwa semua pihak tidak boleh tabu untuk meniru daerah lain yang sudah lebih maju dan menurun angka kemiskinannya. Dokter Umar pun mengajak agar meniru daerah yang lebih maju. 

"Kita tidak boleh tabu, tidak boleh malu meniru daerah lain yang sudah maju untuk mempercepat kemajuan daerah kita dan tentu perlu kehadiran pemerintah untuk mengangkat posisi yang terjerembab," pangkas dokter Umar.