JATIMTIMES — Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro memberikan peringatan keras sekaligus ajakan mendalam bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula, agar tidak bersikap apatis terhadap iklim politik bangsa. Wabup menegaskan bahwa keberhasilan demokrasi sangat bergantung pada kesiapan serta kedewasaan berpikir para pelajar yang kelak menjadi penentu arah kebijakan publik.

Dalam arahannya di hadapan ratusan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Magetan, Rabu (7/10/2026 ), wabup yang disapa Kang Suyat itu menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam mendidik calon pemilih masa depan agar hak suara mereka tidak terbuang sia-sia. Dia menekankan bahwa pemerintah menganggap krusial pemberian pemahaman politik sejak dini agar setiap partisipasi publik meningkat. "Intinya pemerintah perlu membina anak-anak muda, khususnya pelajar. Mereka yang diperkirakan pada kegiatan pemilu berikutnya sudah punya hak politik. Sekarang belum punya hak politik, belum punya pengalaman untuk mengikuti pemilu. Karena itu, pemerintah menganggap penting mereka untuk diberi semacam pengetahuan supaya menjadi landasan sikap mereka nanti untuk berperilaku secara politik, untuk berkegiatan secara sosial politik," paparnya.

Lebih lanjut, Kang Suyat menegaskan bahwa tanpa kesiapan dan kedewasaan pemilih muda, proses demokrasi berisiko kehilangan maknanya. Harapannya, para pelajar tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan.

Menjawab pertanyaan mengenai seberapa krusial keterlibatan Gen Z dalam lanskap politik Indonesia, wakil bupati Magetan menggarisbawahi pentingnya menggunakan rasionalitas dalam setiap pengambilan keputusan politik demi kepentingan bersama. "Bukan hanya Gen Z, setiap warga negara penting untuk mengambil keputusan atau sikap politik berdasarkan rasionalitas. Saya tadi kan mencontohkan, mau memperbaiki lingkungan di sekitar kita, yang bisa menolong adalah keputusan politik. Tapi kalau keputusan politik itu tidak peduli, keputusannya tidak nyambung dengan keadaan di lingkungan itu, maka apa manfaatnya?" jelas Kang Suyat lagi.

"Tanpa kita menyiapkan anak-anak muda, misalnya pemilih-pemula begitu ya, tanpa kedewasaan, maka setiap kegiatan politik bisa menjadi tidak bermakna. Nah, intinya itu, kita mau mendidik mereka, memberi tahu mereka, mensosialisasikan ke mereka, syukur-syukur mereka bisa menjadi agen terhadap perbaikan proses politik di negara kita, bangsa kita," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Plt Kepala Dinas Kesbangpol Joko Trihono menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai nilai-nilai demokrasi Pancasila dan pilar-pilar kebangsaan. "Kami ingin memberikan pendidikan politik bagi siswa sehingga harapannya bagi pelajar ini nanti mampu menjadi pemilih yang bijak. Artinya nanti banyak disampaikan oleh narasumber bagaimana belajar demokrasi sesuai dengan demokrasi Pancasila. Pilar-pilar kebangsaan nanti juga akan disampaikan, sekali lagi generasi muda kita biar paham bagaimana berpolitik yang dewasa tetap berdasarkan sasaran kebangsaan dengan demokrasi Pancasila," ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait materi penolakan politik uang, beliau menegaskan, "Tentunya itu, tentunya salah satunya itu. Makanya mendidik bagaimana menjadi pemilih atau warga negara yang baik."jelas Joko Trihono.

Sebagai pesan penutup untuk para siswa dan pemilih pemula, wakil nupati Magetan mengimbau agar para pelajar terus memperluas wawasan politik mereka agar lebih dewasa dan bijak dalam bersikap. "Pesan untuk adik-adik pemilih pemula, ya tadi kita minta supaya mereka makin melek politik, makin memperbanyak referensi atau pengetahuan politik mereka supaya dalam mengambil sikap politik itu menjadi lebih matang, lebih dewasa, lebih memperhitungkan manfaat secara luas, untuk lingkungannya, bukan untuk manfaat secara pribadi-pribadi. Adik-adik pemilih pemula harus melek politik agar bisa mengawasi berjalannya proses politik," pungkasnya.