JATIMTIMES – Ratusan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon bupati dan wakil bupati Blitar nomor urut dua, Rini Syarifah – Abdul Ghoni, mengalami perusakan oleh orang tidak dikenal. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 644 baliho yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Blitar dirusak dengan cara disobek atau dicabut dari tempat pemasangan.
Diduga, perusakan ini merupakan tindakan yang disengaja, mengingat baliho-baliho yang dirobek bukan rusak karena faktor alam. Di beberapa titik, baliho ditemukan dicabut dan dibuang tidak jauh dari lokasi pemasangan. Pengrusakan terjadi di banyak kecamatan, mulai dari wilayah barat seperti Wonodadi hingga ke ujung timur Selorejo, namun yang paling parah terjadi di wilayah Blitar selatan dan barat.
Calon wakil bupati Blitar, Abdul Ghoni, menanggapi peristiwa ini dengan sikap yang tenang. Baginya, pengrusakan alat kampanye adalah bagian dari dinamika politik. "Pemimpin bagi kami adalah suri tauladan. Pengrusakan ini hanyalah salah satu bagian dari dinamika yang ada saat Pilkada," ujar Ghoni, Sabtu (12/10/2024). Meski demikian, ia menegaskan bahwa tindakan-tindakan seperti ini tidak boleh memancing konflik lebih lanjut. “Saya berharap masyarakat Blitar tetap menjaga suasana Pilkada yang riang gembira, tidak mudah terprovokasi atau diadu domba,” tambahnya.
Meskipun kerusakan terus bertambah, tim pemenangan Rini-Ghoni belum melaporkan perusakan ini ke Bawaslu. Menurut Ghoni, tim lebih memilih mengganti baliho yang rusak daripada memperpanjang masalah dengan melaporkan kasus ini. “Kami akan terus mengganti baliho-baliho yang dirusak,” katanya.
Perusakan APK ini juga merusak baliho yang menampilkan pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni bersama foto Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di mana bagian wajah pasangan nasional tersebut turut disobek.
Dengan perusakan yang semakin massif, harapan pasangan calon ini adalah agar masyarakat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai demokrasi yang sehat. Rini-Ghoni ingin memastikan Pilkada berjalan dengan baik, tanpa adanya kampanye hitam atau sabotase yang mengganggu jalannya pesta demokrasi di Kabupaten Blitar.
Pada Pilkada Kabupaten Blitar 2024, terdapat dua pasangan calon yang bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan daerah. Pasangan pertama adalah Rijanto-Beky Herdihansah yang mendapat dukungan dari koalisi PAN, PDIP, dan Partai Nasdem. Sementara itu, pasangan petahana Rini Syarifah-Abdul Ghoni maju dengan dukungan dari partai-partai besar lainnya, seperti PSI, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PPP, dan Gerindra.



