Kantor KONI Kota Malang (Hendra Saputra)
Kantor KONI Kota Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang memiliki peranan penting dalam kemajuan olahraga di 'Bhumi Arema' karena, dari situlah muncul atlet yang bisa mencapai gelar juara hingga tingkat nasional.

Tapi apakah pembaca sudah mengetahui tentang seluk beluk KONI Kota Malang mulai didirikan hingga saat ini? Mari simak ulasan di bawah ini untuk menambah pengetahuan.

Baca Juga : Batalkan Launching Jersey Timnas Indonesia, Mills Pilih Sumbangkan APD

KONI Kota Malang mulai dibentuk kepengurusan pada tahun 1986 yang saat itu diketuai oleh Drs. H. Djarwo Utomo. Saat itu, Djarwo masih menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pemuda dan Olahraga (saat itu bernama BINMUDORA) di Dinas Pendidikan.

Empat tahun berselang tepatnya tahun 1990, KONI Kota Malang menggelar musyawarah untuk pembentukan kepengurusan
baru dengan periodesasi empat tahun yakni 1990 hingga 1994.

Dalam musyawarah tersebut, terpilihlah Letkol Kaman Ruslandi yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang. Tapi kepemimpinan yang baru ini tidak bertahan lama atau hanya sembilan bulan, karena Letkol Kaman Ruslandi harus pindah tugas (pada bidang militernya) ke daerah lain.

Sebagai pengganti, Letkol Zimi Hamim yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang ditunjuk menggantikan Letkol Kaman Ruslandi sebagai Ketua KONI.

Dari periodesasi beberapa pemimpin KONI Kota Malang satu hal yang harus diingat, yakni kantor untuk kepengurusan dan pemberkasan. Dan apakah KONI memiliki kantor sendiri sejak dibentuk? Jawabannya adalah tidak karena pada 1986 -1990 kantor KONI Kota Malang bertempat di salah satu ruangan kantor DPRD Kota Malang atau tepatnya di Jalan Tugu No. 1 yang berstatus pinjaman.

Meski memiliki kantor yang berstatus pinjaman, nyatanya KONI Kota Malang membuktikan dirinya sebagai penyumbang atlet untuk Indonesia bahkan berprestasi di kancah dunia.

Lihat saja dari cabang olahraga (cabor) tinju, Kota Malang memiliki atlet yang bisa berbicara banyak di level nasional hingga internasional. Nama-nama seperti Wongso Suseno yang menjadi juara UBF Welter Junior tahun 1975, lalu Alm. Thomas Americo (kelahiran Timor Leste) yang menjuarai OPPA Walter Ringan di tahun 1980, disusul Monot yang pada tahun 1983 mampu menjadi petinju terbaik dengan meraih juara nasional bulu junior dan Nur Hudah yang bisa menjadi juara WBC dan UBF Inter Continental pada 1988 hingga 1990.

Kemudian pada cabor sepak bola, atlet Kota Malang pernah membela Merah Putih di ajang internasional seperti striker Persema Mariyanto yang menjadi andalan PSSI Garuda I tahun 1985. Masih di tahun yang sama, Sutrisno menjadi pemain dari Kota Malang yang membela Timnas Indonesia di ajang Merdeka Games Malaysia. Selepas 80an, nama Aji Santoso menjadi atlet sepak bola berprestasi karena mewakili Kota Malang di ajang SEA Games Manila pada tahun 1991.

Pada cabor PPAB atau Perkumpulan Pembinaan Angkat Besi dan Binaraga, Kota Malang pernah memiliki atlet berprestasi baik putra maupun putri. Seperti Adi Condro yang meraih medali emas pada tahun 1986 pada ajang Kejurnas di Jakarta, lalu ada nama Yuni Kasman yang mampu meraih medali perak pada kejuaraan ASIA kelas 83,5 kg putri di Jakarta tahun 1988.

Masih pada cabor berprestasi, Kota Malang juga memiliki andalan pada cabor bulutangkis yaitu ada pada nama Alm. Johan Wahyudi yang mampu meraih gelar juara All England. Tak tanggung-tanggung, enam kali piala tersebut diangkat dengan membawa nama Indonesia tepatnya di tahun 1974 hingga 1980.

Kantor KONI Kota Malang di Jalan Lahor 2

Kemudian untuk cabor Pencak Silat, Kota Malang pernah memiliki Dra. Tri Wahyuni yang meraih medali emas pada PON XI 1985 dan medali emas PON XII 1989 untuk level nasional. Di level internasional, atlet yang menjadi seorang guru ini pernah meraih juara pada SEA Games XV 1986, medali emas pada kejuaraan dunia Vina Austria 1986 dan terakhir medali emas pada kejuaraan dunia di Malaysia di tahun 1987.

Untuk diketahui, sebenarnya sebelum tahun 1986 sudah banyak atlet dari Kota Malang yang sudah berlatih dan memiliki prestasi, baik di tingkat daerah, nasional hingga internasional. Dan pada era 1986 hingga 1990an masih tercatat 9 cabor prestasi yang antara lain Ikatan Persatuan Atletik Malang (IPAM) kini berubah nama menjadi PASI atau Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Renang, PPAB, Sepak Bola dalam hal ini Persema, Tinju, Bulutangkis, Pencak Silat, Tenis Lapang dan Bola Voli. 

Sementara itu juga ada empat cabang olahraga fungsional yakni PAVI (Persatuan Atletik Veteran Indonesia), GOW (Gabungan Olahraga Wanita), POBSI (Persatuan Olahraga Seluruh Indonesia) dan GBM (Gabungan Bridge Malang).

Kembali bicara pemimpin KONI Kota Malang, dari kepemimpinan Letkol Zimi Hamim, pada tahun 1994 hingga 1998 Kolonel Soesamto menjadi ketua umum KONI Kota Malang.

Menariknya, dari tahun 1986 hingga periode 1994 belum ada jabatan ketua umum, ketua harian atau wakil ketua umum, hanya ada jabatan ketua beserta staf di dalam kepengurusan KONI Kota Malang. Sejak dipimpin oleh Kolonel Soesamto, jabatan ketua umum KONI Kota Malang tersemat meski saat itu beliau menjabat sebagai Wali Kota Malang.

Baca Juga : KONI Kota Malang Imbau Cabor Jaga Kesehatan

Periodesasi berikutnya tepatnya tahun 1998 hingga 2002 ketua umum KONI Kota Malang dipimpin oleh Kolonel Mas Soemarto yang sehari-harinya menjabat sebagai ketua DPRD Kota Malang. Dan 2002 hingga 2006 dilanjutkan oleh Wali Kota Malang saat itu Kolonel Soeyitno sebagai ketua umum KONI Kota Malang.

Perlu diketahui juga, pada periode 1990 sampai 2006, KONI Kota Malang menempati kantor di Komplek Stadion Gajayana Jalan Tenes 1A dengan status pinjam.

Tapi di pertengahan 2006 kawasan Stadion Gajayana yang mengalami pembongkaran total karena pembangunan stadion dan  mall, akhirnya kantor KONI Kota Malang pindah ke Jalan Lahor No. 2 dengan status sewa. Saat itu KONI Kota Malang sudah dipimpin oleh Drs. Peni Suprapto yang sehari-harinya menjabat sebagai Wali Kota Malang.

Drs. Peni Suprapto sendiri adalah ketua umum KONI Kota Malang dengan jabatan terlama yakni dua periode tepatnya 2006 hingga 2010 dan 2010 hingga 2014.

Dan di tangan kepemimpinan Drs. Peni Suprapto itulah kantor KONI Kota Malang menetap hingga kini yakni di Komplek Stadion Gajayana Pintu Timur Jalan Tangkuban Perahu No. 2.

Kemudian, tonggak kepemimpinan KONI Kota Malang selepas Drs. Peni Suprapto beralih kepada Drs. Bambang Dh Suyono yang di tahun 2014 sudah purna tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (saat ini bernama Aparatur Sipil Negara) tepatnya Sekretaris Daerah Kota Malang.

Drs. Bambang Dh Suyono sendiri memimpin KONI Kota Malang dari tahun 2014 hingga 2018. Di sana sederet prestasi olahraga juga diraih seperti terpilihnya pemain Persema Malang menjadi bagian dari Timnas Indonesia seperti Syaiful Indra, Irfan Bachdim dan Rifal Lastori.

Selain itu juga masih banyak cabang olahraga yang meraih prestasi nasional maupun internasional. Seperti pada ajang Asean Games 2017 kemarin yaitu Atjong Tio Purwanto (Atletik), Elga Kharisma (Balap Sepeda BMX), Crismonita Dwi Putri (Balap Sepeda Team Persuit) dan Supriono (Menembak) dan juga Hero Tito yang merupakan Juara Dunia Tinju Junior dari D’Kross Boxing Camp.

Untuk saat ini tepatnya mulai 2018 hingga 2022 nanti, tonggak kepemimpinan KONI Kota Malang dipegang oleh Eddy Wahyono yang sehari-harinya sebagai pengusaha.

Atas dedikasi yang telah ditorehkan ketua umum KONI Kota Malang, jajaran beserta atletnya, Eddy Wahyono mengapresiasi

"Prestasi daripada atlet-atlet kota Malang yang sudah diraih selama ini, baik itu nasional maupun internasional. Kita sangat mengapresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh cabor, oleh pengurus cabor, oleh pelatih cabor, sehingga bisa menghasilkan atlet-atlet yang bisa berprestasi," ujar Eddy.

Sementara itu, Eddy Wahyono juga terus berupaya untuk membuat sejarah baru yakni dengan prestasi yang ditunjukkan atlet agar Kota Malang selalu memiliki atlet yang berprestasi.

"Nah, harapannya mungkin tidak hanya cabor satu, dua, tiga, empat begitu, karena cabang olahraga di Kota Malang dibawah pimpinan KONI Kota Malang ini cukup banyak yang diharapkan bisa masing-masing cabor itu berbicara (berprestasi) itu harapan saya," pungkas Eddy.