JATIMTIMES - Arema FC memastikan siap mengikuti perubahan regulasi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Salah satu aturan baru yang cukup terasa bagi klub peserta berkaitan dengan mekanisme laga tandang atau away.
Dalam regulasi terbaru, tim tuan rumah tidak lagi memiliki kewajiban menyediakan transportasi lokal maupun lapangan latihan bagi tim tamu. Artinya, klub yang menjalani laga away harus menyiapkan sendiri kebutuhan mobilisasi dan agenda latihan selama berada di kota pertandingan.
General Manager (GM) Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, perubahan aturan tersebut membuat peran tim tuan rumah lebih terbatas. Klub home kini hanya berkewajiban memberikan informasi dan membantu apabila tim tamu membutuhkan informasi terkait kebutuhan logistik di kota pertandingan.
"Untuk away (laga tandang), memang sesuai regulasi tim home (tuan rumah) tidak menanggung transportasi lokal. Jadi kami mengikuti aturan yang ada saja. Tim home hanya memberikan informasi dan sifatnya membantu tim tamu," ujar Yusrinal.
Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan, klub tamu kini harus lebih mandiri dalam mengatur seluruh kebutuhan selama menjalani pertandingan di markas lawan. Termasuk menentukan lokasi latihan dan menyiapkan transportasi lokal.
"Tim tamu mencari lapangan sendiri untuk latihan di kota pertandingan. Lalu untuk riwa-riwi atau transportasi lokal, sekarang sudah tidak ada kewajiban dari tim tuan rumah untuk menyediakan," jelasnya.
Ketentuan tersebut mengacu pada regulasi resmi kompetisi musim 2026/2027, khususnya Pasal 36 dan Pasal 37 yang mengatur fasilitas latihan, akomodasi, hingga kebutuhan logistik klub peserta.
Dalam Pasal 36 ayat (2), biaya sewa lapangan latihan dan transportasi lokal menjadi tanggung jawab masing-masing klub. Sementara Pasal 37 ayat (3) dan (4) menegaskan bahwa klub juga bertanggung jawab secara mandiri terhadap biaya akomodasi dan logistik sejak kedatangan hingga meninggalkan kota pertandingan.
Meski beban operasional tim tamu kini lebih besar, regulasi tetap memberikan kewajiban tertentu kepada klub tuan rumah. Salah satunya menyediakan dan membiayai pengawalan kepolisian atau Patwal untuk tim tamu.
Pengawalan tersebut berlaku sejak kedatangan tim, mobilisasi menuju dan dari stadion pada hari pertandingan, hingga perjalanan kepulangan setelah laga berakhir.
Selain itu, setiap klub juga diwajibkan memiliki armada transportasi standar resmi secara mandiri. Armada tersebut sekurang-kurangnya berupa satu bus ber-AC dengan kapasitas minimal 40 tempat duduk serta kendaraan operasional pendukung.
Dengan perubahan ini, kesiapan logistik menjadi bagian yang semakin penting dalam persiapan laga tandang. Bagi Arema FC, regulasi tersebut bukan menjadi persoalan sepanjang seluruh kebutuhan perjalanan tim dapat dipersiapkan sesuai ketentuan kompetisi.



