JATIMTIMES - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Batu diserbu puluhan pedagang musiman, khususnya dari kawasan Garut, Jawa Barat. Mereka memilih berjualan di Kota Batu. Alasannya keuntungan yang cukup menjanjikan.
Ini berkaca pada 2024 silam. Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang bendera musiman adal Garut, Topan, di kawasan Jalan Hasanudin, Senin (4/8/2025). Ia tidak datang sendiri, tapi berjualan bersama 20 pedagang bendera dari Garut lainnya.
Mereka menyasar lokasi-lokasi strategis, seperti di Jalan Ir Soekarno, Jalan Diponegoro, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Hasanudin. “Kurang lebih 20 orang dari Garut yang datang bersama saya tahun ini,” ungkap Topan.
Topan mengaku pada 2024 berhasil menjual hingga 25 kodi bendera selama musim Agustusan. Bahkan ada rekannya yang mampu menjual hingga 50 kodi dalam satu musim.
Karena itu, setiap tahun pedagang adal Garut mengalami peningkatan setiap. Bermula pada 2022, hanya ada sekitar 15 orang. Kini bertambah menjadi 20 orang.
“Jumlah itu belum termasuk pedagang dari luar Garut. Di sepanjang Jalan Hasanudin saja, dari TMP sampai pertigaan, ada sekitar enam pedagang lain,” imbuh Topan.
Sementara itu, bendera merah putih yang dijual mulai Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu. Untuk mmbul-umbul harganya mulai Rp 25 ribu sampai Rp 70 ribu. Harga tesebut juga tergantung pada ukuran dan bahannya.
Puncak penjualan biasanya terjadi seminggu sebelum 17 Agustus. “Tahun lalu saya bisa jual 60 sampai 70 lembar bendera per hari. Biasanya ramai mulai seminggu sebelum hari H,” ucap Topan.
Fenomena kedatangan pedagang musiman dari luar kota memang kerap terjadi menjelang perayaan kemerdekaan. Kota Batu merupakan kawasan wisata menjadi salah satu tujuan favorit, karena pembeli yang tinggi dan lokasi strategis.



