JATIMTIMES - Pernyataan dari Saniman Wafi, salah satu anggota DPRD Kota Malang, yang mempertanyakan raihan medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 memicu reaksi keras dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang dan cabang olahraga (cabor). Bahkan, sindiran tajam dilontarkan oleh KONI dan cabor.

Moses Christiaan, anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kota Malang, menyayangkan statemen yang dikeluarkan  salah satu anggota DPRD Kota Malang itu. Bahkan, ia menyebut sikap itu  tidak menghargai kerja keras para atlet.

“Kami menyayangkan  adanya statemen dari salah satu anggota DPRD Kota Malang yang menanyakan target medali porprov. Itu jelas melukai hati para atlet yang sudah berjuang, bahkan ada yang cedera hingga sekarang,” kata Moses kepada JatimTIMES, Jumat (18/7/2025).

Moses juga menegaskan bahwa raihan lebih dari 100 medali emas yang ditorehkan Kota Malang di porprov kali ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan. Sebab, sejak ikut pada Porprov I tahun 2007 lalu, Kota Malang meraih medali emas tidak lebih dari 100.

“Ini rekor. Kota Malang menorehkan sejarah dengan meraih 100 lebih emas. Apa itu bukan prestasi membanggakan?” tandasnya.

Tak hanya itu. Moses balik menyentil anggota dewan yang mempertanyakan target porprov tersebut. Sebab, dia tidak melihat peran dari  anggota DPRD Kota Malang tersebut selama porprov berlangsung. 

“Sekarang kami balik tanya, di mana peran anggota  DPRD Kota Malang itu saat Porprov lalu? Apa dia memperjuangkan kebutuhan atlet atau hadir mendampingi saat pertandingan?” ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari berbagai sumber, Saniman Wafi dari PKB berencana akan meminta pertanggungjawaban hasil Porprov Jatim 2025. Wafi menilai 136 medali emas  itu gagal
memenuhi target. 

Wafi mengaku ingin mendengar penjelasan dari KONI Kota Malang dan Disporapar Kota
Malang atas capaian selama menjadi tuan rumah Porprov 2025.

“Target dari Kota Malang ini tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Ini menjadi catatan ke depan karena kami di DPRD Kota Malang ini juga terlibat di dalam  perencanaan penganggaran sebagai tuan rumah,” kata Saniman Wafi, yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Malang.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Wafi menyebut akan diketahui faktor apa saja yang membuat Kota
Malang gagal memenuhi target 162 medali emas. Termasuk evaluasi selama pelaksanaan Porprov 2025.

“Ini perlu adanya juga evaluasi nanti kami meminta pelaksana penanggung jawab di lapangan, Disporapar dan KONI, nanti akan ada rapat koordinasi. Kami akan meminta laporan, baik
kejuaraan cabor mana yang sudah dapat dan yang perlu kita evaluasi apa saja selama pelaksanaan. Termasuk penggunaan anggaran apakah sudah sesuai,” ungkap Wafi.

Politikus PKB ini mengatakan, pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, Kota Malang selama menjadi tuan rumah bersama Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki motto sukses prestasi, sukses ekonomi termasuk sukses
pertanggungjawaban.

“Yang paling penting lagi soal pertanggungjawaban karena di porprov ini kemarin kita punya motto sukses sebagai tuan rumah sukses kejuaraan sukses pemberdayaan ekonomi dan yang terakhir sukses dalam laporan pertanggungjawaban atau administrasi. Itu yang akan kami minta dan yang akan kami tuntut nanti,” ujar Wafi.

“Kalau nanti tentunya ada ketidaksesuaian, pasti ada apa tindakan ataupun catatan-catatan yang harus kami berikan kepada Disporapar dan KONI dan tentunya ini juga menjadi tanggung jawab Pemkot Kota Malang. Secepatnya dipanggil karena ketika berlarut, nanti lupa. Segera kita bersurat ke KONI,” tambah Wafi.