JATIMTIMES - Menguatkan kinerja di Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melantik sejumlah pejabat baru, pada hari ini Senin (19/10/2026).

"Dengan ini resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam satu keputusan Bupati Banyuwangi nomor 800.1.3.3/ 6/ 429.204/ 2026 tanggal 19 Oktober 2026,” ucap Ipuk dalam acara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan  Pengawas di  Lantai 2 Pasar Induk Banyuwangi.

Menurut Bupati Ipuk rotasi yang dilakukan dalam rangka penguatan kinerja. Ia meminta agar seluruh roda pemerintahan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan terpaku pada formalitas, tapi harus bisa menggerakkan tim, menyelesaikan masalah, dan melahirkan inovasi. Gunakan kewenangan secara tepat, sederhanakan proses yang berbelit, dan pastikan setiap inovasi memberikan perbaikan yang nyata bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ipuk.

Dua kepala OPD yang dilantik adalah Choiril Ustadi Yudawanto sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sebelumnya dia menjabat Kepala Inspektur at Banyuwangi.

Kemudian Amir Hidayat dirotasi menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam pelantikan tersebut juga terdapat pelantikan delapan Camat antara lain; Ali Imron (Camat Glagah), Ainur Rofik (Muncar), Budi Wahono (Kabat), Titik Handayani (Cluring). Selain itu, juga terdapat 13 orang dilantik Sekretaris Camat.

Bupati kelahiran Magelang tersebut menekankan penguatan kolaborasi antar unit kerja di wilayah Kecamatan. seluruh unit kerja, baik Puskesmas, UPTD DPU CKPP, UPTD Pengairan, BPP Pertanian, Satkorwildik, hingga SMPN dan SDN semuanya berada di bawah koordinasi Camat.

“Tidak ada lagi yang boleh bekerja sendiri-sendiri atau berjalan dalam tempurung ego sektoral. Camat melakukan evaluasi rutin lintas komponen ini minimal satu bulan sekali, baik secara offline maupun online.” pinta Ipuk.

Kepada Camat Muncar, secara khusus Bupati Ipuk meminta agar memberikan perhatian lebih pada permasalahan sampah terutama di kawasan muara dan Sungai Kalimati. Dengan penanganan secara tuntas dan tidak boleh sekadar timbul-tenggelam.

“Saya minta pembersihan sampah jangan reaktif saat menumpuk saja. Lakukan pengawasan rutin dan tindakan tegas di titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Buktikan Muncar bisa berubah menjadi kawasan pesisir yang bersih, tertata, dan produktif,” pungkasnya.