JATIMTIMES - Kebakaran melanda bangunan yang difungsikan sebagai kandang sapi, kandang ayam, sekaligus gudang penyimpanan pupuk dan perkakas di Jalan Rambutan, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (19/10/2026). Dalam kejadian tersebut, sebanyak 10 ekor ayam dilaporkan terbakar, sedangkan sapi yang berada di dalam kandang berhasil diselamatkan.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu mengakibatkan bangunan milik Luwari tersebut terdampak api. Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 6 x 6 meter atau sekitar 36 meter persegi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan instansi terkait. Petugas gabungan langsung melakukan penanganan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan, bangunan yang terbakar memiliki beberapa fungsi, mulai dari tempat memelihara ternak hingga gudang penyimpanan pupuk dan perkakas.

“Bangunan yang terdampak kebakaran merupakan milik warga bernama Luwari. Bangunan tersebut digunakan sebagai kandang sapi, kandang ayam, serta tempat penyimpanan pupuk dan perkakas,” Kata Suwoko.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada hewan ternak yang berada di lokasi. Sebanyak 10 ekor ayam dilaporkan ikut terbakar, sementara sapi berhasil diselamatkan dari kobaran api.

“Dalam kejadian ini, sapi yang berada di kandang berhasil diselamatkan. Namun, sebanyak 10 ekor ayam dilaporkan ikut terbakar akibat peristiwa tersebut,” tambahnya.

Setelah menerima laporan kejadian, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Penanganan turut melibatkan BPBD Kota Batu, kepolisian, TNI, perangkat desa, PLN, relawan pemadam kebakaran, relawan BPBD, serta warga setempat.

Proses penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api. Petugas juga melakukan koordinasi lintas instansi dan pemeriksaan terhadap kondisi di sekitar bangunan untuk mengantisipasi dampak lanjutan setelah kebakaran.

“Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api dapat dikendalikan. Koordinasi dengan unsur terkait juga dilakukan agar penanganan di lokasi berjalan dengan baik,” jelas Suwoko

Selain kerusakan bangunan dan hilangnya ternak ayam, kebakaran tersebut turut berdampak pada jaringan kelistrikan di sekitar lokasi. Sejumlah rumah yang berdekatan dengan tempat kejadian mengalami pemadaman listrik.

Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan jaringan listrik oleh pihak terkait, termasuk PLN, untuk memastikan kondisi instalasi dan jaringan yang terdampak.

“Pemadaman listrik di sejumlah rumah yang berdekatan dengan lokasi kejadian menjadi salah satu dampak yang turut ditangani. Pemeriksaan jaringan listrik dilakukan untuk memastikan kondisinya aman dan mengetahui bagian yang memerlukan perbaikan,” terangnya.

Hanya saja penyebab kebakaran yang melanda bangunan milik Luwari tersebut masih dalam pendalaman. BPBD Kota Batu juga merekomendasikan tindak lanjut pascakebakaran, termasuk perbaikan bangunan yang terdampak dan pemeriksaan instalasi listrik sesuai standar yang berlaku.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan instansi terkait. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti,” ucap Suwoko.

Pemeriksaan instalasi listrik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan pascakebakaran. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan jaringan yang terdampak berada dalam kondisi aman sebelum kembali digunakan.