JATIMTIMES - Belakangan ini sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur dilanda kebakaran. Kebakaran terjadi di kawasan Bromo, Semeru, Gunung Ringgit, Pusung Lingker, Pegunungan Hyang Argopuro, Gunung Limas hingga Gunung Arjuno-Welirang di Pasuruan.
Di luar Jawa Timur, kebakaran juga dilaporkan terjadi di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasinya berada di kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah sehingga kebakaran di sekitar Lawu turut menjadi perhatian.
Berikut tujuh kawasan gunung di Jawa Timur yang dilaporkan mengalami kebakaran.
1. Gunung Bromo
Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Probolinggo pada pertengahan Oktober 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah empat orang meninggal dunia saat penanganan kebakaran.
Empat korban tersebut terdiri dari tiga petugas TNBTS, yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony Wagiyanata, serta pekerja Artotel Bromo bernama Sefriel Ardiansyah.
Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal saat dirujuk ke RSUD Tongas. Dua korban luka bakar juga mendapatkan penanganan medis di RSUD Dr Soetomo.
2. Gunung Semeru
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik api terpantau di sejumlah lokasi.
Area yang terdampak antara lain Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, serta kawasan jalur pendakian Pos 1. Titik kebakaran lainnya dilaporkan berada di sebelah barat Ranu Kumbolo, wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
3. Gunung Ringgit
Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan medan yang curam dan sulit dijangkau menjadi kendala dalam proses pemadaman. Kondisi angin turut menyulitkan petugas mengendalikan api.
Vegetasi di kawasan tersebut meliputi alang-alang, kaliandra, rumput kering, akasia, dan pinus gunung. Keberadaan tumbuhan serta material kering dapat membuat api lebih mudah merambat ketika kondisi mendukung.
4. Pusung Lingker
Kebakaran turut dilaporkan di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Seperti di Gunung Ringgit, kondisi medan yang terjal dan akses menuju titik api yang terbatas menjadi tantangan bagi petugas. Angin juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya pemadaman.
Kebakaran di dua kawasan tersebut menunjukkan tantangan penanganan api di wilayah pegunungan Probolinggo, terutama ketika titik kebakaran berada jauh dari akses yang mudah dijangkau.
5. Pegunungan Hyang Argopuro
Kebakaran terjadi di Pegunungan Hyang Argopuro, Kabupaten Bondowoso, sejak Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Titik kebakaran dilaporkan berada di Petak 39 D, Dusun Barat Gunung, Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan medan yang curam dan kendala komunikasi membuat petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran di kawasan pegunungan, terlebih jika titik api berada di area yang sulit diakses melalui jalur darat.
6. Gunung Limas
Kebakaran juga melanda Gunung Limas di Kabupaten Ponorogo pada Kamis, 24 September 2026. Api mulai dilaporkan sekitar pukul 10.50 WIB.
Kebakaran sempat kembali membesar ketika angin bertiup. Petugas kemudian melanjutkan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.10 WIB.
Berdasarkan laporan BPBD Ponorogo, area yang terbakar mencapai sekitar dua hektare. Vegetasi yang terdampak meliputi tanaman pinus, serasah, rumput, dan semak belukar.
7. Gunung Arjuno-Welirang
Terbaru, kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang pada pertengahan Oktober 2026. Api muncul di sejumlah titik dan bahkan terlihat jelas dari gerbang Tol Malang.
Kepala Resort 03 Pasuruan Tahura Raden Soerjo, Dhimas Caraka, mengatakan titik api di Gunung Arjuno berada di Blok Gumandar, pada ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi tersebut masuk wilayah Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
Api dilaporkan muncul sejak Kamis (15/10/2026) sore dan masih berkobar hingga malam. Petugas Tahura bersama relawan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Sebanyak 11 orang dikerahkan dalam upaya tersebut, terdiri dari empat petugas Tahura dan tujuh relawan. Titik apinya besar. Proses pemadaman masih berlangsung via jalur darat.
Dampak kebakaran membuat seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara mulai Sabtu, 17 Oktober 2026. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Demikian tujuh kawasan di Jawa Timur yang dilaporkan mengalami kebakaran bebeeapa waktu terakhir. Penanganan kebakaran di kawasan pegunungan membutuhkan kewaspadaan, terutama ketika medan sulit dijangkau dan vegetasi kering berpotensi mempercepat penyebaran api.



